Liputan Banjir di Kec.Siabu Kab.Madina (1) , “ Tanaman Pertanian Masyarakat Rata Dengan Tanah “

Tanaman Padi warga desa Tanggabosi/Syafran Lubis

MASYARAKAT  Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Selasa malam( 22-10) boleh dikatakan di beberapa desa tidak bisa tidur disebabkan rumah-rumah mereka digenangi air dan Rabu pagi (23-10) banyak masyarakat “Meneteskan Air Mata” karena tanaman padi, cabe, serta tanaman lainnya sudah rata dengan tanah disebabkan luapan sungai dan juga derasnya hujan.

            Namun, masyarakat Desa Huraba Kecamatan Siabu Maradotang Pulungan ketika bincang-bincang dengan Wartawan Malintang Pos Syafran Lubis, dengan wajah lusuh dan kotor dia menritakan bahwa pada malam kejadian banjir sedikit kecewa dengan pihak BPBD Kabupaten Mandailing Natal, yang kurang memahami tugas-tugasnya.

            “ Yang kami bayangkan pada malam itu menyelamatkan anak-anak dan harta benda kami, hanya saja ketika kami ingin mencari solusi atas kejadian banjir, pihak BPBD nampaknya kurang tanggap, kalaupun informasinya ada Sekretaris BPBD di desa kami, hanya saja kurang memahami tugas-tugasnya, mohon lah BPBD lakukan evaluasi untuk perbaikan,” ujar Maradotang Pulungan disela-sela kunjungan Sekdakab Madina Gozali Pulungan,SH dengan berbagai OPD di Lingkungan Pemerintah Mandailing Natal.

            Tim Redaksi Malintang Pos Group yang diantaranya Syafran Lubis ketika mencoba menghubungi Sekretaris BPBD melalui WhatsApp nya Redaksi Malintang Pos, hingga Kamis (24-10) jawaban dari BPB sedikit aneh dan lucu

“Sesuai informasi dari aparat desa kec. Siabu yg di landa banjir 1. Desa bonan dolok 2. Desa lumbanpinasa 3. Desa huraba 4.Tanggabosi. Namun air sudah mulai surat yg terparah desa huraba sementara data akurat blm bisa di kondisikan akibat lampu mati, Bang desa huraba kami mintak sama kepdes blm siap data akuratnya. ujarnya.

Tanaman Cabe petani Desa Lumban Dolok/Syafran Lubis

Hemat Penulis, untung sajalah ada data yang dilansir oleh StartNews, yang kami kutip melalui beritanya, Seluas 376,6 Hektar sawah warga di Kecamatan Siabu dan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal Puso akibat Banjir pada Selasa lewat. jumlah itu tersebar di 8 Desa dari 23 Desa yang mengalami kebanjiran.

Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mandailing Natal menyebutkan, seluas 596,5 hektar sawah terendam. luas sawah yang terendam itu ada di Kecamatan Siabu seluas 595,2 Hektar dan di Kecamatan Bukit Malintang 1,3 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal Ir.Taufik Zulhendra MM pada StArtNews Kamis 24/10 mengatakan, selain sawah, ada tanaman petani cabai yang juga puso akibat terendam banjir.ada sekitar 21 hektar kebun cabai warga yang Puso dari 24 Hektar yang terendam, hanya 2,4 hektar saja yang masih terselamatkan.

Terkait lahan persawahan warga yang terendam, terparah di alami Desa Simangambat .ada 174,1 hektar sawah warga terendam banjir , sementara sawah yang Puso terparah di alami Desa Huraba I seluas 133 Hektar dan Desa Bonan Dolok seluas 112 hektar.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian bahwa, kondisi ini diakibatkan Banjir yang terjadi pada 22 oktober lewat akibat luapan sejumlah sungai.

” data ini masih sifat belum final, karena masih ada sejumlah sawah yang belum di data karenanpaktor lokasi, tim masih melakukan pendataan susulan” kata Taufik.

Data ini jelas Kadis Pertanian sudah di laporkan kepada Bupati Mandailing Natal Drs.Dahlan Hasan Nasional dan Dinas Pertanian Propinsi.

Pantauan Wartawan, Banjir pada 22 oktober lewat memang meluluh lantakkan areal persawahan warga, lumpur bercampur pasir yang terbawa arus banjir menimbun tanaman padi petani sehingga membuat kondisi tanaman itu tidak terselamatkan( Bersambung Terus)

 

 

Liputan : Syafran Lubis/StartNews

Admin   : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.