Liputan Khusus Malintang Pos (1), Jembatan “Anak Tiri “ di Manyabar Dikeluhan Masyarakat

Keadaan Lantai Jembatan Aek Kitang/ Iskandar Hasibuan

INFRASTURUKTUR fisik dan sosial adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat  sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik

Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa jalan, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, pelabuhan secara fungsional, infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat

 Distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat.

Dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah dan rumah sakit. bila dalam militer, istilah ini dapat pula merujuk kepada bangunan permanen dan instalasi yang diperlukan untuk mendukung operasi dan pemindahan tersebut.

Dek Aek Kitang mulai Ambruk satui persatu/Iskandar Hasibuan

Team Redaksi Malintang Pos Group Minggu 21 Oktober 2018 melakukan liputan khusus mulai dari wilayah Panyabungan, meliputi Pasar Baru Panyabungan yang terbakar, Kondisi Jalan Lintas Barat Eks sipeksi pengairan ke Desa Adianjior, Keadaan Jembatan yang sempit diantara Desa Adianjior – Desa Pagaran Tonga, Jembatan Aek Kitang di Desa Manyabar, Tanggul Sungai(Aek) Kitang yang Ambruk yang kalau dibiarkan akan bisa menjatuhkan Jembatan Aek Kitang yang lantai Jembatannya sudah mulai kropos akibat usia yang sudah tua.

Pedagang Pasar Baru ketika Team Malintang Pos Group mengambil foto eks kebakaran, beberapa pedagang mengungkapkan kalimat-kalimat yang sangat pedas dan harus menjadi perhatian DPRD dan Bupati Madina jika akan membahas R.APBD Tahun 2019, sebab banyak pedagang mengatakan “ Mungkin Pasar Yang Terbakar Sulit Untuk dibangun kembali, karena anggarannya kurang atau APBD Madina Tidak cukup “ ujar pedagang sambil melontarkan kata-kata “ Terlalu Sering di Foto, gayanya saja yang kren, bangunannya entah kapan”

            Makanya, pedagang sempata mengatakan “Rindu Kepada DPRD Pilihan Rakyat” sebagai ungkapan agar DPRD yang akan membahas R.APBD Tahun 2019 nantinya dapat mengalokasikan anggaran yang cukup untuk Rekuntruksi Pasca Kebakaran, sebab tempat pedagang sekarang selain sangat berbahaya disebabkan gedung yang terbakar, juga kondisinya sangat kumuh.

Peningkatan Jalan Segera

Keadaan Jalan Hutalombang Lubis- Adianjir/Iskandar Hasibuan

Pemda Madina Cq. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang( PUPR) Mandailing Natal dibawah Kepemimpinan Syahruddin,ST ( Ucok Ocing) sebenarnya banyak meningkatkan status jalan dengan Hotmix , seperti jalan Aek Godang – Hutabargot di ruas jalan antara Desa Hutabaringin – Desa Sabajior sudah dua(2) kali di tingkatkan, sementara Longat – Runding – Hutabargot belum tersentuh sama sekali, sehingga banyak masyarakat diwilayah Panyabungan Barat heran dengan langkah pihak Pemda Cq. PUPR dalam melakukan peningkatan jalan.

            Selain itu, seperti ungkapan Ucok Kolombus penduduk Desa Hutalombang Lubis baru baru di Rindang Hotel Panyabungan, bahwa jalan sipeksi pengairan di Lintas Barat mulai depan Puskesmas Panyabungan Jae dekat jembatan – Desa Adianjior sangat baik untuk di aspal, tidak usah Hotmix agar anggaran bisa dipergunakan, cukup Lapen masyarakat sudah bersyukur sekali, sejak Mandailing Natal berdiri belum pernah tersentuh aspal jalan yang di prakarsai oleh Ir.H.Raja Sahlan Nasution sewaktu eranya Bupati Madina H.Amru Daulay,SH.

            Padahal, kalau jalan itu di aspal atau di tingkatkan, Jalan Lintas Barat sudah bisa dialihkan trayek angkot maupun mobil yang datang dari arah Padang, karena program Jalan Lingkar Barat adalah sangat membantu transportasi angkutan, bukan harus melalui pusat Kota, memang ada jalan yang lain, tapi alangkah bagusnya jika jalan itu ditingkatkan.

            “ Memang kalau dari arah Adianjior – Simpang dekat Puskesmas sudah ada yang di Hotmix sekitar 500 Meter dan Dek Jalan sudah dibangun, namun sejak dibangun Dek jalan sampai sekarang keadaannya masih seperti dulu, tidak ada penambahan bangunan/peningkatan jalan,” ujar Ucok Kolombus dengan nada mengharap.

Pembangunan Jembatan Mendesak

Jembatan Adianjior Sempit/Iskandar Hasibuan

Masyarakat yang pernah dari Desa Adianjior – Pagaran Tonga Kecamatan Panyabungan, pasti melewati jembatan dibatas kedua desa yang sempit dan tidak ada dingdingnya, keadaannya sangat sempit dan sudah sering warga terperangkap di jembatan tersebut, selain posisinya di tikungan juga sangat sempit sekali dan selayaknya untuk dibongkar dan diperlebar guna untuk menghidupkan rencana pemerintah arah jalan Lintas Barat.

Lain halnya dengan kondisi Jembatan Aek Kitang di Desa Manyabar Panyabungan, jembatan yang dibangun sekitar era tahun 1980 diatas Sungai(Aek) Kitang/ Ranto Puran itu boleh juga dikatakan “ Jembatan Anak Tiri “ karena sekitar  100 Meter sebelum dan susudahnya sudah dibangun Jembatan yang seharusnya lebih pantas Jembatan Aek Kitang dibangun, karena berada di posisi Sungai(Aek) yang jika musim hujan sering Meluap dan menghancurkan dek jalan tersebut.

Dek Jembatan Aek Kitang Nyaris Ambruk/ Iskandar Hasibuan

“ Jembatan ini dibangun kalau tidak salah Tahun 1980 an, Besi Lantai Jembatan sudah mulai kropos, karena itu masyarakat sangat berharap kepada DPRD dan Bupati Madina dapat mengalokasikan anggaran pembangunannya di APBD Tahun 2019 mendatang, sekaligus untuk membuat tanggul pengaman agar air tidak meluap ke desa Manyabar,” ujar Ali Musa Nasution yang juga Bupati LIRa Madina itu.

Kata dia, beberapa waktu yang lalu juga telah dijukan pembangunannya melalui Musrenbang, langsung dibuat surat ke PUPR, melalui anggota DPRD yang meninjau Jembatan dan Dek Pengaman banjir, tetapi sampai sekarang belum juga mendapat anggaran pembangunan, padahal sudah sangat layak dan wajar untuk segera dibangun.

Kata Ali Musa, posisi jembatan sangat sterategis jika dibangun, kalau pihak Pemda Madina melakukan perobahan trayek mobil atau mengubah arus lalu lintas tentu Jalan Lingkar Barat dan Timur sebagai andalan, kalau masih seperti ini Jembatan Aek Kitang, tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan masalah, sebab ketahanannya sangat diragukan kondisi 21 Oktober 2018 sekarang ini disuasana seringnya sungai meluap ( Bersambung Terus)

 

 

 

 

Liputan : Dita Risky Saputri Hasibuan

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.