Longsor Tor Targongga Harus Segera Diantisifasi

Tor Targongga di Panyabungan Selatan yang Longsor ( Joki Nasution).

KEJADIAN Bencana alam yang terjadi diwilayah Tano Bato kisaran tahun 1936 yang dulu kembali diingat oleh masyarakat Panyabungan Selatan pada Senin(23-01)malam,sebab pebukitan(Tor) Targongga/Sigala-gala diwilayah itu akibat diguyur hujan telah mengakibatkan Longsor yang membawa kayu-kayu besar dan meluluh lantakan berbagai jenis tanaman dan merusak akses aliran sungai yang mengalir didaerah itu.

            Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga Panyabungan Selatan, daerah lokasi Banjir Bandang dulunya tempat pemukiman penduduk (Kampoeng) yang disebut Targongga yang dibawahnya sekarang ini adalah Desa Pagaran Sigala-gala di Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.
            Tim Redaksi Malintang Pos yang turun langsung ke lokasi Selasa(24-01) sedikit mengalami kendala disebabkan akses jalan menuju ke daerah itu sulit, terlihat masyarakat yang dipimpin Camat  dan Kapolsek Panyabungan Selatan serta anggota TNI-AD sedang melakukan pembersihan agar akses sungai(aek) lancar.
            “Jika Longsor Tor Targongga/Sigala-gala ngak segera diantisifasi oleh BPBD Mandailing Natal, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lagi Longsor Susulan, sebab dari peninjauan pihak Kecamatan dan masyarakat ada beberapa titik di Tor daerah itu sudah retak-reatak,” ujar warga kepada Tim Redaksi Skm.Malintang Pos yang turun langsung ke daerah itu.
            Catatan Malintang Pos, areal perkebunan masyarakat yang terkena Banjir Bandang puluhan hectare ditutupi oleh lumpur yang sangat sulit untuk membersihkannya dan sulitnya lagi aliran sungai(aek) yang akan mengairi areal pertanian masyarakat juga ikut ditutupi oleh lumpur dari Tor Targongga sehingga memerlukan bantuan seriyus dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Cq.BPBD. 
            Abdul Hapis (41) Kaur Pemerintahan Desa Pagaran Sigalagala bahwa Bukit (Tor) Targongga turun perlahan-lahan hingga mengakibat longsor besar di Senin malam (23/1/2017)dan warga daerah itu trauma dibuatnya.
“Kita melihat dari kampung, awal sebenarnya tor tersebut runtuh dari 3 minggu yang lalu, habis itu cuaca cerah, setelah itu cuaca hujan dan kami lihat longsor ini lama kelamaan bertambah, kita jadi heran,” ujar Abdul Hapis yang dikutif dari frimafm.
 Jadi Sabtu malam (21/1/2017), kita keliling pinggiran sepanjang sungai aek Sisida yang ada dibagian kiri Bukit Targongga, ternyata kami lihat debit airnya menurun, baru kita buat inisiatif untuk survey, berikutnya untuk melihat kondisi sungai di sebelah kanan Bukit Targongga bernama Aek Saroga dan terjadi hal yang sama debit airnya menurun.
“Tor ini longsor turun terbagi dua, satu kesebelah kanan menuju sungai Aek Saroga dan kesebelah kiri menuju Sungai( aek) Sisida. Dari dua tim yang kami bentuk ditemukan dimana yang paling parah menimpa ribuan kubik material longsor di Sungai Aek Sisida,” sebut Abdul Hapis kepada Reporter Frima FM yang dikutif Malintang Pos.  
Masih kata Abdul Hapis “Kondisi bencana banjir longsor ini susah dijangkau alat berat dari segala arah, untuk itu setelah rapat bersama camat dan lainnya pada Selasa Malam (24/1/2017), baru hari ini kita turun bersama relawan gotong royong yang dikumpulkan dari 10 desa dan 1 kelurahan yang ada di kecamatan Panyabungan Selatan dengan jumlah 150 relawan desa, ditambah dari pihak Polsek, Koramil, Kecamatan dan puluhan karyawan PT.SMGP,” sebutnya.
Bagaimana bantuan Pemkab Madina..?“Bantuan langsung dari pemerintah belum ada baik dia berupa alat, kami bawa bekal sendiri atas inisiatif warga,” ujar Hapis.Ditambahkannya, Kondisi sungai(aek) Sisida sekarang tertimbun berkisar 10-15 meter dari dasar sungai dan sekarang terlihat sudah datar dengan perkebunan warga.
Kemungkinan besar akan ada susulan bila hujan turun lagi karena di atas bukit tersebut masih ada retakan tentu akan turun material longsor yang diatas. Yang dilakukan sekarang ini adalah hanya usaha sementara, karena apabila hujan turun lagi tentu akan tertutup lagi jalur air yang sudah dibuka hari ini.
Sementara itu Camat Panyabungan Selatan Syamsir Nasution mengatakan untuk sementara kita mengupayakan beberapa operator sinso yang ada di daerah ini dan besok kita melanjutkan pembersihan kubik kayu yang belum selesai dilakukan warga hari ini.
            “Untuk kayu-kayu yang tertanam dalam tanah sudah jelas tidak bisa kita angkat karena mesti menggunakan alat berat seperti beko, sedangkan jalan ke lokasi tidak memungkinkan bisa masuk. Jadi satu-satunya yang kita upayakan sementara memotong kayu-kayu yang diatas tumpukan lumpur,” kata Camat Panyabungan Selatan Syamsir Via Selular kepada Malintang Pos baru-baru ini.
Harus Segera Tanggap
            Sejumlah masyarakat yang melakukan Gotong Royong di lokasi Banjir kepada Malintang Pos, mengharapkan pihak Pemerintah Mandailing Natal CQ.BPBD Madina segera Tanggap dan resfon terkait kondisi Longsornya Tor Targongg diwilayah Panyabungan Selatan, sebab tidak tertutup kemungkinan akan kembali terjadi longsor susulan jika hujan masih turun dalam beberapa terahir ini.
            “Kami warga Desa Pagaran Gala-gala Panyabungan Selatan Memohon kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution dan khususnya Kepala BPBD Madina Risfan Juliardi Hutasuhut untuk dapat membantu mencari jalan keluar untuk menghadapi Longsor yang menimpa daerah itu,” ujar warga Panyabungan Selatan.(Isk).
Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.