
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Sahria Nasution,SE, Mengatakan pantaslah perputaran Ekonomi dilingkungan Pasar Baru sekarang ini tidak berjalan dengan baik, rupanya pasilitas Pasar Baru anggaran Operasionalnya tidak ada.
Kabar yang kita terima Januari 2026, semua Pedagang Sembako dan Kebutuhan sehari – hari, masih berjualan di Pasar Eks.Penampungan Kebakaran Pasar Baru Panyabungan.

” jika itu benar, seharusnya Komisi 2(Dua) DPRD dan Bupati Madina, harus turun bersamaan, untuk melihat langsung kebutuhan Pedagang tersebut, yakinlah jika semua Losd yang sudah dibangun sekitar 660 Losd itu berfungsi, Aktivitas Pasar akan meningkat secara perlahan,” Ujar Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Sahria Nasution,SE, Jumat (23/01) Via Selular dari Kota Panyabungan Ke Kota Medan.

Kata Sahria Nasution, harusnya Pedagang atau Asosiasi Pedagang, datangi Komisi II DPRD dan Bupati, bukan untuk Demo, menyampaikan aspirasi, atau keluh – kesah pedagang.
Dan Komisi II DPRD Madina, jangan diam, saya yakin Pedagang atau Kadis Perdagangan pasti sudah pernah sampaikan masalah yang muncul di Pasar Baru Panyabungan.

” DPRD itu digaji untuk ngomong, bukan Diam dan membisu, sahuti dong keingin Pesagang Pasar Baru,” katanya.
Kadis Perdagangan Madina,Parlin Lubis yang dihubungi,Via WhatsAppnya, mengutarakan bahwa Losd Pasar yang dibangun sekitar 660 Losd, Insya Allah di Bulan Januari 2026, akan di fungsikan.

Sebenarnya, soal Losd sudah selesai, itukan kerjasama Pedagang dan Kontraktor membangunnya, jadi kita akan fungsikan Januari 2026.Ujarnya(Isk/Dita)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








