LSM Merpati Putih Tabagsel : PETI Madina Dilaporkan Ke Kapolri, Warga Pantai Barat Mengeluh Keruhnya Aek Batang Natal

PANTAI BARAT(Malintangpos Online): Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah mengaku kasihan mendengar informasi dari warga yang setiap hari masih Menggunakan Aek Batang Natal, untuk Mandi, Cuci dan Kakus(MCK) mulai dari Kecamatan Batang Natal, Linggabayu & Kecamatan Natal.

” Saya mengajak Bupati dan Kapolres Mandailing Natal, menghitung warga yang masih menggunakan MCK(Mandi, Cuci dan Kakus) setiap hari di Aek Batang Natal, apa kita khususnya pejabat Mandailing Natal, ngak kasihan, saya melihat Vidio yg dikirim warga saja sudah menangis,” Ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Merpati Putih Tabagsel, Khairunnisyah, Kamis Malam(23/10) dari Jakarta kepada Wartawan di Panyabungan.

Kenapa..? Kita ambil saja titiknya dari Desa Sipogu Kec.Batang Natal – Kecanatan Linggabayu, hingga Desa Pasar V Kec.Natal, berapa Ratus KK( Kepala Keluarga) yang ada disepanjang DAS Batang Natal, bersumpah serapah akibat dari bebasnya Mengeruk Bumi Mandailing Natal, untuk mencari Emas, baik dengan Domfeng dan Ekscavator.

” Pernahkah DPRD dan Bupati Mandailing Natal, terpikir melihat Nasib warga tersebut, adakah PAD( Pendapatan Asli Daerah) dari Tambang Emas ke Kas Daerah Mandailing Natal,” ujar Ketua LSM yang putra Asli Madina itu dengan suara terisak dari Jakarta.

Contoh, ucapan ” SALAM JUM’AT BERKAH SATGAS PERTAMBANGAN MADINA ▪︎▪︎
Kami Kirim Vidio Kondisi Sungai Batang Natal Hari ini Ketua, Sebagai bahan Pertimbangan Turunnya Satgas menindak Petambang yg membuang Limbah ke Sungai.
Salam Hormat Kami
Salam Presisi Salam Responsip ” tulis mereka.

Mungkinkah itu dibaca oleh Bupati, Kapolres dan 40 Anggota DPRD dan khususnya Ketua Satgas PETI Madina..? Sulit kita menjawabnya, hanya mereka yang bisa menjawab pertanyaan itu.

Penambang Emas Infonya ada Setoran setiap bulannya ke berbagai pihak..? Tanya Wartawan ” Kita sebagai Pengurus LSM sering mendengar Itu dengan istilah ” Payung ” tapi ucapan itu belum bisa dibuktikan, sebab bulan Oktober 2026, belum ada yg membuat laporan ke Polisi, baik ke Polsek, apalagi Mapolres Mandailing Natal,” ujarnya.

Buktinya, semua Penambang Emas, baik memakai Domfeng, Ekscavator dan dengan menggali Lobang, bebas beroperasi, surat Bupati sudah dua(2) kali Penambang tidak perduli, apalagi Camat dan Kades, pasti pura – pura ngak tau dan bisa jadi Takut buat laporan soal Tambang di daerahnya masing – masing.

” Insya Allah, besok Sabtu 24 Oktober 2026, akan Melaporkan seluruh Aktivitas Tambang Emas Ilegal kepada Kapolri, sebab kami menilai Pasti Kapolri mengetahui Aktivitas Tambang Ilegal di Mandailing Natal” ujarnya(Rel/Red)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    MPC PP Madina Dukung Polres Perkuat Gerakan Masyarakat Sumut Tolak Narkoba

    * Zainal Arifin Simbolon Ajak Masyarakat Naga Juang Bersama Menjaga Generasi dari Bahaya Narkoba *  PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal menyatakan dukungan terhadap upaya penguatan gerakan…

    Read more

    Continue reading
    Polres Madina Gelar Green Policing, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Dalam rangka mendukung program Kapolri, Polres Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Green Policing di saluran air Desa Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang dimulai…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses