LSM Tantang Kajari Madina Bongkar Kasus Dana Desa TA 2024 dan 2025 Desa Huta Bangun Jae Kec.Bukit Malintang

Ilusterasi Dana Desa TA 2024 dan 2025

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sekretaris Genta Madina, Channdra Siregar, Menantang Kajari Madina, untuk Membongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Hutabangun Jae Kec.Bukit Malintang yang telah diaporkan warga ke Kejaksaan.

” Sekitar 06 Januari 2026 yang lalu, Pengelolaan Dana Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, telah dilaporkan warga secara tertulis kepada Kejari Madina,” Ujar Sekretaris LSM.Genta Madina,Chandra Siregar, Kamis malam( 19/02) di Kantor Sintax  Jln.Willem Iskander Panyabungan.

Kata dia, DD Desa Hutabangun Jae kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga mengeluhkan tidak terlihatnya bentuk nyata dari berbagai program yang dibiayai Dana Desa, baik pada Tahun Anggaran 2024 maupun 2025.

Kata dia, Keluhan warga  tersebut disampaikan kepada LSM dengan syarat agar Kasus DD TA 2024 dan 2025 harus diusut tuntaa.

Disebutkannya, Mereka menilai sejumlah bidang penting seperti pendidikan, kesehatan, serta pengadaan perlengkapan sosial masyarakat dan kegiatan keramaian desa tidak memberikan dampak langsung bagi warga Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang.

“Kalau di laporan anggaran dananya ada, tapi kami sebagai masyarakat tidak melihat wujud nyatanya. Pendidikan dan kesehatan misalnya, tidak jelas apa yang sudah dikerjakan,” ujar warga.

Sorotan juga mengarah pada pengadaan lampu penerangan desa di Desa Hutabangun Jae. Warga menyebut banyak lampu yang saat ini sudah rusak dan tidak lagi berfungsi, meski anggarannya terbilang besar.

Katanya, Lampu penerangan itu sekarang banyak yang mati. Kalau dananya besar, seharusnya kualitas dan perawatannya juga diperhatikan.

Selain itu, warga turut menyoroti penyediaan insentif keagamaan yang diduga tidak diterima sesuai jumlah.

Dugaan serupa juga muncul pada pembinaan PKK, kelompok pengajian, serta kegiatan pelatihan, penyuluhan, sosialisasi, dan bimtek lembaga desa di Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, yang dinilai minim hasil dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Disampaikannya, Nama kegiatannya ada, anggarannya ada, tapi pelaksanaannya tidak dirasakan. Bahkan ada yang menduga nilainya dikurangi.

Sedangkan, Pada sektor ketahanan pangan, pengadaan perlengkapan pertanian juga dipertanyakan.

” Masyarakat menduga adanya praktik mark up,  karena peralatan yang diterima dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran Dana Desa.,” ujarnya.

Kepala Desa Hutabangun Jae, Darlis, Camat Bukit Malintang, Mahdi Gultom dan Kadis PMD Madina, Irsal Pariadi yg dikonfirmasi, Rabu(18/02) belum memberikan jawaban sesuai pertanyaan Wartawan.(Isk/Dita)

Admin : Dita Risky Saputri.SKM

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Pemkab Madina Pastikan Stok Bapok dan BBM Cukup Selama Idulfitri

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama Idulfitri 1447 Hijriah tercukupi sehingga masyarakat tidak perlu panik yang berujung…

    Read more

    Continue reading
    Hancurkan Aset Daerah, Kades Jambur Baru Batang Natal Terancam Pidana

    BATANG NATAL(Malintangpos Online): Kepala desa Jambur Baru di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Riswan Haedy diduga kuat melakukan perusakan bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah tahun 2021 lalu.…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses