Lubuk Larangan Tambangan, Bupati Madina :  Masyarakat Tetap Jaga Lingkungan

LARU LOMBANG(Malintangpos Online): Bupati Mandailing Natal HM Ja’far Sukhairi Nasution, ikut serta pembukaan Lubuk Larangan di Desa Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Minggu (7/8).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu telah dinanti-nantikan oleh masyarakat.

Bahkan masyarakat telah sampai di Lubuk Larangan Desa Laru Lombang pukul 06.30 WIB.

Pagi yang dingin itu, tak membuat semangat Bupati Madina HM.Ja’far Sukhairi dan masyarakat turun ke Sungai Batang Gadis

Setelah panitia membuka Lubuk Larangan, seluruh masyarakat dan Bupati langsung memburu ikan-ikan tersebut dengan jala.

Bupati Madina HM.Ja’far Sukhairi mengatakan,  Lubuk Larangan ini dibuka sekali setahun.

Dalam tradisi ini, warga beramai-ramai menangkap berbagai jenis ikan menggunakan alat tradisional.

“Lubuk larangan di Desa Laru Lombang ini dibuka sekali setahun, warga beramai-ramai menangkap berbagai jenis ikan menggunakan alat tradisional,” kata Sukhairi.

Pada suasana tersebut, Sukhairi dan masyarakat saling melempar canda dan tawa saat menjala ikan.

“Dapot do Pak Bupati?” tanya seorang warga dengan bahasa Mandailing.

“Disini saat semua masyarakat berkumpul untuk menangkap ikan, tercipta suasana kekeluargaan, susana yang kocak dan gembira ,”kata Sukhairi.

Sukhairi menambahkan, tiket untuk ikut serta mengikuti lubuk larangan tersebut berkisar Rp 50.000-80.000. Hasil penjualan tiket akan diserahkan kepada yatim-piatu, fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Sukhairi, ini adalah kemajuan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.

Bukan hanya itu, Sukhairi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Hal tersebut membuat lingkungan tercemar.

“Ini yang menjadi perhatian kita semua bahwa sampah bagian dari pencemaran lingkungan, kita harus memperhatikan ini juga,” lanjutnya.

Sukhairi berharap kepada masyarakat terutama yang tinggal disekitar sungai Batang Gadis dan sungai lainnya untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Bupati Madina itu juga meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk memperhatikan hal tersebut dan memberi himbauan kepada masyarakat.

Kegiatan ini, menurut Sukairi merupakan salah satu aktivitas yang digemari masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan sungai, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan wisata alam.

“Kita harus perhatikan sungai kita, jika sungai tercemari, ikan yang kita konsumsi juga akan ikut tercemar,” tegas Sukhairi.

Pembukaan lubuk larangan Desa Laru Lombang ditutup Sukhairi dengan makan bersama di tepi sungai bersama masyarakat.#MadinaBersukurMadinaBerbenah # ( infokom/Dita)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.