Mahasiswa Sejumlah Universitas di Medan Bahas Isu Lingkungan Hingga Peran Pemerintah Mandailing Natal

MEDAN(Malintangpos Online): Mahasiswa asal Kabupaten Mandailing Natal, dari berbagai Universitas atau Kampus, menggelar Coffe Talk With Millenials( CTWM) di Kantong Toba Cafe kota Medan, Minggu (27/10).

Kegiatan Mahasiswa di inisiasi oleh beberapa mahasiswa asal Madina dari berbagai kampus, seperti Unimed, UISU, UMA, UMSU, UINSU dan Poltekes.

Ketua panitia Coffe Talk With Millenials(CTWM), Bukhori kepada wartawan, Senin (28/10) mengakui bahwa kegiatan itu dihadiri kurang lebih 40 orang lebih mahasiswa asal Madina.

“dalam kegiatan Coffe Talk Millenials ini kita membahas berbagai isu yang tarjadi di Kabupaten Madina, salah satunya isu tentang Lingkungan,” ujar Bukhori.

Bukhori yang merupakan mahasiswa dari UISU ini pun menguraikan andil dan peran mahasiswa (Millenials) dalam mencari solusi sangat diperlukan terkait isu lingkungan.

Dimana lanjutnya, dinilai pemerintah saat ini ugal-ugalan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya proyek Geothermal.

“sebagaimana kita ketahui bersama dan sudah menjadi konsumsi publik, apa yang terjadi hari ini di dua desa yang ada kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) yakni perusahaan pembangkit listrik Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dari tahun 2021 sampai 2024 sering menimbulkan insiden bahkan diduga korban jiwa.”ungkapnya.

Untuk itu sambungnya, maka mahasiswa lah seharusnya garda terdepan dalam advokasi-advokasi semacam ini, karna masyarakat tidak aple to aple ketika di perhadapkan dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan.

Padahal jelas dalam UU no 21 tahun 2014 tentang panas bumi, masyarakat berhak tahu terkait bahaya pencemaran dan atau perusakan lingkungan, baik informasi itu diperoleh melalui pemerintah, pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Selain itu tuturnya, pemateri dalam kegiatan ini juga menyampaikan peran Millenial dan Gen Z dalam pemilu sangat diperhitungkan, untuk menyongsong kualitas pemerintah kedepan.

Dijelaskan ada 66.822,389 atau 33,60 persen pemilih dari generasi milenial, dan 46.800.161 atau 22,85 persen dari Gen Z serta 56,45 persen anak muda di skala Nasional.

Adapun hasil diskusi mahasiswa yang menurut mereka perlu di Atensi yaitu :

1. Meminta agar beasiswa lebih di perhatikan, terutama bagi mahasiswa yang kurang mampu.

2. Meminta agar akses jalan di kecamatan seluruh kabupaten Madina di perhatikan.

3. Meminta kepada calon Bupati Madina Harun – Ichwan supaya membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan bagi putra putri daerahnya.

4. Mahasiswa juga mendukung penuh misi calon Bupati Harun-Ichwan.

5. Meminta peningkatan mutu sarana dan prasarana kesehatan untuk menjamin pelayanan maksimal. Salah satu pointnya yaitu Melengkapi perizinan, AMDAL dan IPAL.

6. Mahasiswa berpandangan pemimpin ini (Harun-Ichwan) benar-benar faham meritokrasi.

7. Mendorong di debat yang akan mendatang agar isu lingkungan di masukkan dalam materi perdebatan. (Rel/Ir/Sei).

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Rakoor Ketiga Satgas PETI Madina Matangkan Personel Untuk Penindakan

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar Rapat Koordinasi(Rakor) Ketiga untuk mematangkan penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aula Kantor Bupati, pada Kamis Sore(20/8). Rapat Koordinasi dipimpin…

    Read more

    Continue reading
    Warga Membludak Saksikan Kebolehan Marching Band MAN 5 dan MTs N 1 Mandailing Natal di Rayon Tombang Kaluang

    TOMBANGKALUANG(Malintangpos Online): ” Membludak ” Ucapan itulah yang terlontar dari Tokoh Masyarakat Batang Natal, Sofyan Lubis, saat menyaksikan Kebolehan Personil Marching Band MAN 5 dan MTsN 1 Mandailing Natal, Kamis(20/08)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses