
PEKANBARU(Malintangpos Online): Kebijakan UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang mewajibkan mahasiswa baru mengikuti Tes NAPZA( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif ) dengan biaya mandiri menuai kritik. Kebijakan ini dinilai menambah beban mahasiswa dan perlu dievaluasi.
Demikian hal ini disampaikan oleh salah seorang Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau,Muhsinuddin, Minggu malam(26/07) Via WhatsApp Ke Wartawan.
Muhsinuddin menyebut upaya pencegahan narkotika memang penting, namun tidak seharusnya seluruh biaya dibebankan kepada mahasiswa.
” “Jika ini kebijakan kampus, maka pembiayaan seharusnya juga menjadi tanggung jawab institusi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kurangnya transparansi terkait tarif dan mekanisme pelaksanaan, serta pelaksanaan tes yang terpusat di Kampus yang dinilai tidak efisien bagi mahasiswa dari luar daerah.
Selain itu, kewajiban tes di klinik internal kampus dinilai berpotensi menimbulkan dugaan komersialisasi jika tidak dijelaskan secara terbuka oleh pihak kampus.
Muhsinuddin mendorong adanya opsi tes di fasilitas kesehatan resmi di daerah masing-masing serta kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada mahasiswa.
Ia juga menilai bahwa kebijakan ini perlu disertai dengan pendekatan yang lebih komprehensif, seperti edukasi berkelanjutan terkait bahaya narkotika di lingkungan kampus.
Menurutnya, upaya preventif tidak cukup hanya melalui tes administratif, tetapi juga perlu dibarengi dengan pembinaan dan pengawasan yang konsisten.

Ia berharap pihak kampus dapat membuka ruang dialog dengan mahasiswa agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil mahasiswa.
Sedangkan Pihak Kampus UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang dikonfirmasi, Via WhatsApp, belum memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan(DITA)
Admin : Dita Risky Saputri.SKM.








