Malintang Pos Punya Vitalitas, “The Perspective of Malintang Pos”

Menapaki usia tiga tahun, barangkali biasa saja. Tidak ada hebatnya. Begitu banyak media massa

cetak periodik yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun.

Tapi, bagi Malintang Pos, tiga tahun teramat berarti karena setiap edisi hanya diproyeksi satu

edisi sebelumnya dan begitu setiap pekannya selama tiga tahun ini.

Tidak ada cash flow (alus keuangan) setahun, apalagi target hingga break event point (titik inpas)

dalam hitungan 3-5 tahun. Tidak ada modal uang dalam pengertian ilmu manajemen. Tidak ada

ada uang cetak yang sudah siap untuk satu edisi selanjutnya pun.

Kok, bisa?

Pekan demi pekan. Senin kembali ke Senin. Edisi demi edisi Malintang Pos secara berkala

menjumpai pembacanya. Berbilang bulan. Hingga setahun, dua tahun dan tiga tahun. Yang jelas-

jelas ada hanya spirit. Hanya semangat. Sebut saja jurnalisme.

Kalau penyebutan “jurnalisme” itu memunculkan keberatan teoritis, sebut saja “jurnalisme

alternatif”. Karena jurnalisme Malintang Pos memang tidak diturunkan secara disiplin dari

konsep dan teori jurnalistik yang ada atau yang diakui dunia akademis. Malintang Pos justru

merujuk pada teori-teori besar yang ada setelah memenuhi tuntutan-tuntutan praktis dan

pragmatisnya dalam lembar-lembar tercetak yang dapat dibaca, dinikmati, dicerna, dikritisi atau

bahkan dicerca sekaligus.

Begitulah Malintang Pos. Kiranya, itulah keistimewaannya. Sekalipun baru tiga tahun, tetap

tegar dengan teorinya sendiri. Tidak tunduk pada kehendak pemodal (kapitalis media) mana pun.

Tak takluk pada pengiklan besar sekalipun. Tak bisa diatur politikus mana pun, sekalipun tak

sungkan untuk mendekati mereka.

Vitalitas

Lalu, setelah tiga tahun, pertanyaan yang sama kembali dibahas. Apakah Malintang Pos memang

punya vitalitas, punya sesuatu yang membuatnya jadi penting atau dianggap penting? Apa yang

sudah dicapai? Ujung-ujungnya juga menyoal, seperti apa dampak positif pemberitaannya?

Di sisi lain, tak terbantahkan, apa arti Malintang bagi Kabupaten Mandailing Natal (Madina)?

Mampukah Malintang Pos memengaruhi agenda politik atau agenda kebijakan di tingkat

Sumatera Utara? Inilah esensi seremoni HUT ke-3 Malintang Pos.

Dalam perspepktif (sudut pandang) Malintang Pos, tiga tahun ini sudah membuktikan kepada

dirinya sendiri, sudah menjadi bagian yang menentukan dalam agregasi dan artikulasi politik

masyarakat Madina. Dalam perspektif kami, ini tak terbantahkan.

Bukan hanya soal-soal tuntutan ratusan atau ribuan demonstran, seperti dalam kasus perkebunan

plasma, penyimpangan manajerial di perusahaan tambang emas yang ada, atau pelanggaran

hukum dan perbenturan budaya terkait keberadaan, aktivitas dan transisi perusahaan operator

geothermal di Lereng Sorik Marapi.

Bukan hanya itu!

Beberapa kali, Malintang Pos juga sudah bertindak ekstra cepat ketika menerima laporan

kelompok warga tentang dugaan penyelewengan pelaksanaan proyek fisik pemerintah. Ketika

sejumlah pejabat di Pemkab Madina pun terindikasi menyalah, Malintang Pos juga tak segan-

segan dan “berteriak”.

Bahkan, ketika Gedung DPRD Madina makin sepi kritik dan debat-debat smart (cerdas), tapi tak

malu-malu minta penambahan anggaran, Malintang Pos pun memilih “nyinyir” dan menerima

semua konsekuensi politisnya.

Perspektif

Walau belum mampu memainkan “agenda setting” untuk level Sumut, Malintang Pos juga sudah

melakukan “gebrakan” yang hampir senada dengan “agenda media” di Madina untuk sebagian

besar kabupaten/kota di Sumut. Kami memberanikan diri untuk menjalankan rubrikasi spesifik,

seperti Nias Pos, Paluta-Palas Pos dan lain-lain.

Intinya, agenda setting Malintang Pos untuk Sumut Smart adalah perspektif Malintang Pos di

edisi-edisi selanjutnya. Makanya, kalau ditanya apa arti Malintang Pos bagi Sumut, itu masuk ke

dalam dimensi futurisme (pandangan masa depan) Malintang Pos.

Tentu saja, Malintang Pos bukan tanpa cela. Banyak sisi lemahnya. Memang masih harus banyak

berbenah. Di situlah kami, menunggu kritik dan saran demi vitalitas Malintang Pos yang lebih

kuat, lebih ajeg dan lebih saklek. Inilah “The Perspective’s of Malintang Pos”.***

 

 

 

Admin : Dina Sukandar A.Md

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.