Masa Bupati Bakhtiar , 10.000 Tenaga Honor dan Pekerja Rentan Masuk Peserta BP Jamsostek

TAPTENG(Malintangpos Online): Buah hasil karya Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani semakin dirasakan masyarakat.

Kali ini 10.000 masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) yang bekerja sebagai tenaga honor di Pemkab Tapteng (Non ASN) dan juga pekerja rentan, diikutkan Bupati menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang iurannya ditanggung APBD Pemkab Tapteng.

Hari ini Bupati Bakhtiar bersama dengan BP Jamsostek Cabang Sibolga menyerahkan secara simbolis kartu perserta dan juga santunan kematian terhadap dua orang tenaga hononer Tapteng yang meninggal dunia akibat sakit. Penyerahan itu dilangsungkan di Gedung Serbaguna Pandan, Jumat (11/2).

Kita sudah tampung anggarannya di APBD Tapteng Tahun 2022 ini untuk 10.000 tenaga honorer dan pekerja rentan.

Dan hari ini kami menyerahkan kartu peserta kepada 5.567 tenaga hononer secara simbolis yang akan dilanjutkan pada termin kedua kepada 4.433 pekerja rentan. Ini kita lakukan sebagai wujud perhatian kita kepada masyarakat, kata Bupati di sela-sela kegiatan itu.

Adapun anggaran untuk 10.000 tenaga honor dan pekerja rentan itu kata Bupati, akan terus berlanjut meskipun masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

“Selama program pemerintah itu masih ada, itu wajib. Dan itu sudah disahkan oleh Dewan. Jadi nanti tinggal membayarkan saja setiap tahunnya karena anggarannya sudah ditampung,” tegasnya.

Ada pun kategori pekerja rentan yang diikutkan Bupati menjadi peserta BP Jamsostek, terdiri dari petani, nelayan, tokoh agama, aparat desa.

Bupati pun berpesan kepada para pegawai honor dan pekerja rentan yang sudah masuk menjadi peserta BP Jamsostek, agar bekerja dengan semangat. Semoga program yang diperjuangkannya itu bisa menjadi penyemangat bagi mereka.

“Kita tidak menginginkan kecelakaan atau meninggal dunia terjadi, tetapi minimal kita sudah memikirkan jika hal itu terjadi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sibolga, Sanco Simanullang menjelaskan, 10.000 tenaga honor dan pekerja rentan yang masuk BP Jamsostek, dicover dua program, yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

“Jika terjadi kecelakaan kerja kepada peserta, maka akan ditanggung Jamsostek biayanya, termasuk gajinya jika akibat kecelakaan itu dia (peserta) belum dapat bekerja. Bahkan jika berujung kepada kematian, maka Jamsostek akan membayarkan 48 kali gaji kepada ahli waris. Dan kepada anak peserta , Jamsostek juga akan memberikan beasiswa untuk dua orang anak sampai tamat S1 dengan nilai maksimaal Rp174 juta,” sebut Sanco.

Sedangkan kepada peserta yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, Jamsostek akan memberikan uang jaminan kematian sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dan beasiswa jika sipeserta sudah menjadi anggota di atas tiga tahun lamanya.

“Jadi ada bedanya tanggungan beasiswa bagi pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja dan meninggal bukan karena kecelakaan kerja. Untuk yang meninggal karena kecelaan kerja otomatis mendapat beasiswa untuk dua orang anak. Sedangkan yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja, harus dilihat dulu masa kepesertaannya apakah sudah di atas tiga tahun. Kalau sudah di atas tiga tahun berhak mendapatkan beasiswa, jika belum, tidak mendapat,” terang Sanco.

Untuk itulah Sanco memuji kecekatan Bupati Bakhtiar yang langsung memasukkan 10.000 tenaga honor dan pekerja rentan menjadi peserta Jamsostek. Dan menurut Sanco, itu baru pertama kali di Pemkab Tapteng yakni di masa kepemimpinan Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Darwin Sitompul.

Demikian juga untuk pekerja rentan, Pemkab Tapteng yang terbanyak mengikutkan yaitu 4.433 orang.

“Salut dan bangga dengan respon dari Bapak Bupati kita ini,” puji Sanco Simanullang.

Ditambahkan Sanco, saat penyerahan kartu peserta kepada pegawai honor, juga diserahkan juga Jaminan Kematian kepada dua orang pegawia honor yang meninggal karena sakit. Masing-masing mendapatkan Rp42 juta.

Sementara itu para pegawai honor Pemkab Tapteng mengaku senang dan bangga atas perhatian dari Bupati Tapteng yang sudah mengikutkan mereka menjadi peseta BP Jamsostek. Diakui mereka, dengan masuknya mereka menjadi peserta Jamsostek, itu sudah sangat membantu mereka dan keluarganya.(FBAS)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.