Masa Pandemi Covid-19 Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp740,79 T

JAKARTA (Malintangpos Online): Dalam masa pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diawali dengan relaksasi restrukturisasi kredit yang sampai dengan posisi 29 Juni 2020, secara keseluruhan di industri perbankan sebesar Rp740,79 triliun untuk 6,56 juta debitur UMKM dan Non UMKM.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan hal itu pada pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan OJK secara virtual Selasa (7/7/2020).
Pejabat OJK yang dilantik pada hari ini adalah Dewi Astuti sebagai Kepala
Departemen Pengawasan IKNB 1 A, Nur Sigit Warsidi sebagai Kepala Departemen
Pengawasan Pasar Modal 1 B, Mochlasin sebagai Kepala Departemen Pengawasan
Khusus IKNB, Arif Safarudin Suharto sebagai Kepala Grup Data dan Statistik
Terintegrasi, Bambang Hermanto sebagai Kepala OJK Provinsi Lampung, dan Rony
Ukurta Barus sebagai Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau.
Otoritas Jasa Keuangan melakukan sejumlah penyegaran pegawai di lingkungan satuan kerja agar dapat mengakselerasi kebutuhan penanganan pandemi Covid 19. Penyegaran ini meliputi pelantikan dan serah terima pejabat yang dilakukan hari ini termasuk melakukan mutasi dan promosi terhadap 369 jabatan baik di kantor pusat maupun kantor daerah.
Dari jumlah tersebut, kata Wimboh,
realisasi restrukturisasi untuk UMKM sebesar Rp317,29 triliun untuk 5,29 juta debitur dan non-UMKM sebesar Rp423,5 triliun untuk 1,27 juta debitur. Sementara restrukturisasi pembiayaan di Perusahaan Pembiayaan, per 30 Juni total outstanding restrukturisasi sebesar Rp133,84 triliun dengan 3,74 juta kontrak disetujui, sedangkan 451.655 kontrak masih dalam proses persetujuan.
Seiring dengan penanganan krisis kesehatan yang berdampak kepada kondisi
perekonomian, OJK telah bahu membahu dengan Pemerintah, BI, dan LPS untuk
menjaga kestabilan sistem keuangan. Sesuai dengan kewenangannya, OJK
melanjutkan langkah-langkah yang bersifat extraordinary namun tetap
memperhatikan dan menjaga aspek kehati-hatian secara terukur.
Untuk itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya
mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk mengubah pola pikir dan perilaku
business as usual menjadi tindakan kreativitas untuk mendapatkan terobosan (out of the box) dari aspek kebijakan dan memonitor pelaksanaan kebijakan dimaksud.
“Hal itu dilakukan agar kontribusi OJK dalam penanganan dalam aspek ekonomi
pada era adaptasi kebiasaan baru (the new normal) menjadi lebih efektif,” kata Wimboh.
OJK juga telah melakukan pertemuan dengan perbankan dan para pelaku usaha di
sektor riil untuk memfasilitasi (link and match) kebutuhan sektor riil untuk kembali
menggerakkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan penempatan uang negara
sebagaimana yang telah diatur dalam PMK Nomor 70 Tahun 2020. Pelaksanaan
pemberian kredit modal kerja untuk menggerakkan sektor riil khususnya untuk
UMKM didukung dengan program penjaminan sebagaimana yang telah diatur dalam
PMK Nomor 71 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah Melalui
Badan Usaha Penjaminan Yang Ditunjuk Dalam Rangka Pelaksanaan Program
Pemulihan Ekonomi Nasional.
OJK tengah menyiapkan berbagai kemungkinan untuk mengeluarkan kebijakan
relaksasi lanjutan mengenai jangka waktu restrukturisasi, batas minimal pemberian
kredit, serta dukungan kepada sektor ekonomi yang menjadi pengungkit bergerak
kembalinya pertumbuhan ekonomi. (Wie)

Foto :Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan OJK secara virtual Selasa (7/7/2020).

Admin : Iskandar hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.