Melihat Kehidupan Pasien di Yayasan Pelita Jiwa Insani Kota Padang

PADANG(Malintangpos Online): Salah satu penyandang disabilitas mental, yang sudah merasakan manfaat dari pendampingan dan pembinaan yang dilakukan Yayasan Pelita Jiwa Insani adalah Dewi.

Wanita 55 tahun ini mengaku sudah sepuluh bulan mendapat rehabilitasi. Kabar baiknya, kondisinya saat ini sudah mulai membaik.

Saat diwawancara oleh awak Diskominfo Padang pada Selasa (17/12/2024), Dewi mengaku dirinya merasa membaik setelah mendapat pembinaan.

“Di sini melakukan kegiatan sehari- hari seperti mencuci piring, mengepel, mengaji, beribadah, senam, latihan membuat kue,” ujarnya.

Wanita asal Payakumbuh ini mengaku senang setelah mendapat pembinaan dan rehabilitasi. Beragam pembinaan yang didapatkan, mukai dari pembinaan fisik, pembinaan skill hingga pembinaan keagamaan.

“Pertama kali datang ke sini, dijemput pihak Yayasan Pelita Jiwa Insani. Dari pada di rumah lebih senang di sini, tidak ada gangguan, banyak bertemu teman,” ungkapnya.

Dikatakannya, pembinaan bukan hanya saja berupa pelatihan fisik tetapi juga pembinaan spritual dan keagamaan.

“Disuruh mengaji, berzikir, beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Jelas sekali terasa perbedaan yang terasa, perlahan mulai membaik,” jelasnya.

Hal yang sama dirasakan, Ramadani (28) asal Kota Padang, dirinya megaku sudah satu tahun mengikuti rehabilitasi. Banyak ilmu dan skill yang diperolehnya.

“Seperti kerja sebagai kuli, senang rasanya mendapat pembinaan, jiwa terasa tenang dan damai. Di sini, melakukan kegiatan sehari- sehari seperti menyapu, membantu kegiatan dan membagi makanan di sini,” sebutnya.

Ramadani mengaku saat mengikuti pembinaan, dirinya merasa senang karena merasa banyak orang-orang yang memperhatikannya.

“Lebih senang di sini, ada tempat berbagi cerita. Sementara, kalau di luar semua tidak peduli dengan saya,” tutupnya.

Ketua Yayasan Pelita Jiwa Insani, Syafrizal mencatat saat ini jumlah pasien yang direhabilitasi sebanyak 121 pasien, di antaranya 80 ODGJ, 20 Gelandang dan Pengemis (Gepeng) dan 21 penyalahguna NAPZA.

“Mereka dibina dan mendapat konsultasi bersama dokter dan perawat, selain itu, pembinaan fisik seperti melakukan kegiatan sehari-hari, mengantarkan makanan, mengepel. Kemudian mereka jiga dibekali pembinaan agama seperti beribadah, mengaji dan berzikir,” tutupnya. (Mizwa).

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Rokok Ilegal di Madina Jadi Sorotan, SATMA AMPI : Siapa Yang Melindungi

    Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Sale PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyoroti dugaan semakin maraknya peredaran rokok ilegal di berbagai wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Fenomena…

    Read more

    Continue reading
    Pasal 1813 KUHPerdata Jadi Kunci, BRI Cab.Panyabungan Vs PH Nasabah Berbalas Pantun

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sekitar Kasus dugaan penggelapan dana Nasabah yang menyeret Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Panyabungan, Antara BRI Vs Penasehat Hukum(PH) Nasabah Berbalas Pantun. ” Bantahan pihak Bank Ralyat Indonesia(BRI)…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses