Melihat Kualitas Pendidikan di Mandailing Natal (1) ” Ganti Kepala Sekolah “

Kondisi Sekolah di Mandailing Natal/Dokumen

PEMERINTAH Kabupaten Mandailing Natal dibawah Komando HM.Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution,jika ingin ” Berhasil ” salah satunya harus melakukan Gebrakan dibidang Pendidikan, khususnya di tingkat SD dan SMP.

Kenapa..? Karena Peningkatan mutu pendidikan sejatinya diawali dari program yang diterapkan untuk satuan pendidikan, mulai jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) hingga pendidikan menengah (SMA dan SMK).

Seperti Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbud),pernaj mengungkapkan, terdapat empat aspek yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Dimana Keempat aspek itu yakni kebijakan, Kepemimpinan Kepala Sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran.

Menurutnya, kebijakan hal terpenting, utamanya yang berlaku secara nasional meliputi kurikulum dan ujian nasional. Hal itu termasuk kebijakan distribusi dan rekrutmen guru.

Sementara, yang kedua ialah Kepemimpinan (Leadership) Kepala Sekolah juga tak kalah penting di dalam manajemen berbasis sekolah.

Artinya,Tergantung school based management, artinya leadership kepala sekolah, transparansi keuangan, hubungan ekosistem berjalan di sekolah antara guru dengan kepala sekolah, orang tua dengan guru, maupun dengan siswa dan seluruh yang ada di satuan pendidikan, ekosistemnya harus jalan, sebutnya beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, Kepala Sekolah yang memiliki kreativitas dan inovasi bagus, bisa membuat sekolah yang dipimpinnya menjadi bagus pula.

Oleh karena itulah Kemendikbud juga fokus pada reformasi manajemen sekolah.

Aspek ketiga lanjutnya ialah infrastruktur, yang tidak lain adalah sarana dan prasarana terkait dengan kelas, laboratorium, maupun teknologi informasi dan komunikasi.

Itu semua kata dia, berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. “Apalagi sekarang dunia tanpa batas. Siswa bisa belajar tidak hanya dari guru dan buku yang ada, melainkan bisa belajar dari media sosial,” jelasnya.

Sedangkan aspek keempat yang tidak kalah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan menurutnya ialah proses pembelajaran.

Proses pembelajaran yang menyenangkan, yang berinovasi dan penuh kreativitas lanjutnya, dapat mendorong anak-anak terbangun motivasinya.

Namun, proses pembelajaran juga tergantung dari potensi guru, kecakapan guru, dan kemampuan guru.

Proses pembelajaran yang mendorong kreativitas juga mendukung untuk memenuhi empat kompetensi yang harus dimiliki generasi bangsa dalam menghadapi tantangan abad 21.

Empat kompetensi yang biasa disingkat 4C tersebut meliputi Critical Thinking (berpikir kritis), Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), Communication (berkomunikasi) dan Creativity (kreativitas).

Dia menegaskan bahwa keempat kompetensi tersebut harus masuk ke dalam proses pembelajaran di sekolah sehari-hari.

Menurutnya, inovasi dan kreativitas bisa menjadi kekuatan Indonesia yang memiliki bonus demografi, sehingga generasi bangsa akan bisa bersaing dengan negara lain pada abad 21. Dikatakannya, dalam proses pembelajaran juga harus dimasukkan pendidikan karakter.

“Jadi empat kompetensi inilah yang kita harapkan di dalam proses pembelajaran, terbentuk dalam karakter, apalagi pendidikan karakter juga memang sudah menjadi program pemerintah,” katanya.

Kualitas Kasek di Mandailing Natal

Pernahkah Bupati/Wakil Bupati Madina sejak dilantik Gubsu hingga sekarang melihat secara ril jabatan Kepala Sekolah Tingkat SD dan SMP..? Edisi selanjutnya akan kita ulas dan soroti soal Kepala Sekolah ( Bersambung Terus)

 

Admin : iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.