Melirik Langkah Idris- Imran (2), Bacalon Bupati/Wakil Bupati Madina” Great Leadership”

Keadaan Infrasturuktur diwilayah Pantai Barat

SEBANYAK 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020,termasauk Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara. Untuk itu, dibutuhkan calon pemimpin yang luar biasa. Sebab di era disrupsi ini, pemimpin menjadi kapten seperti halnya saat mengemudi kapal dengan kompleksitas permasalahan yang beragam.

            “Kita tahu bahwa tantangan untuk menjadi pemimpin masa depan sungguh begitu beratnya. Di mana-mana menjadi bupati rasanya kita yang melihat tidak ada senangnya. Begitu juga kebebasannya, harus diinfakkan Menjadi pemimpin daerah saat ini penuh dengan kesulitan dan kesengsaraan,” ungkap Muhammad di Pasar Sinunukan Kec.Sununukan, Senin (30-12) kepada Wartawan Malintang Pos Group ketika ditanya tentang Bacalon Bupati Madina Drs.M.Idris Lubis – As.Imran Khairtamy Daulay,SH.

Segala permasalahan itu, Kata Muhammad, dapat diselesaikan dengan adanya pemimpin yang memiliki indikator “Great Leadership”, yaitu rendah hati, mampu beradaptasi, visioner dan mau serta mampu melibatkan semua pihak dan ter khusus Bacalon Wakil Bupati Madina As.Imran Khaitamy Daulay,SH sudah dilihat masyarakat kinerjanya selama ini ketika menjadi anggota DPRD.

Dalam katagori visioner misalnya, pemimpin harus mempunyai pandangan ke depan yang terarah dan terurus dengan semua amanah yang diberikan. Menciptakan masyarakat yang berkeadilan sosial menjadi sebuah harapan yang sangat dianjungkan.

“Saya juga menginginkan Pancasila sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Yang mana itu sangat lengkap dan ukurannya sangat jelas untuk menjadi acuan,” kata Muhammad di salah Warung Kopi di Sinunukan.

Drs.M.Idris Lubis,MT

Di tempat yang sama,  Parinah Hannum ,mengulas tentang sosok kepala daerah pada Pilkada serentak 2020. Menurutnya, sosok itu harus memahami sejarah, kultur dan identitas daerah, agar mampu menjaga daerah itu sendiri dalam kemajuan masa depan dan As.Imran Khaitamy Daulay sebagai wakil pasti memahmi kondisi ril wilayah Mandailing Natal.

            “Pembangunan itu juga butuh investasi, namun seiring dengan pembangunannya seringkali menabrak identitas. Misalnya, munculnya pembangunan Perkebunan Sawit di beberapa wilayah yang telah membuat masyarakat protes, harus dipahami betul oleh Calon Kepala Daerah, bukan karena uangnya lalu menebar uang ke tengah-tengah masyarakat pemilih,” katanya lagi.

            Contoh lain, saya yakin betul Bacalon Bupati Madina Drs.M.Idris Lubis,MT yang sudah malang-melintang didunia Infrasturuktur dan As.Imran Khaitamy Daulay,SH sebagai Wakil nya sudah mengetahui persis apa yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini, yang jelas bukan Taman yang dibutuhkan oleh masyarakat, melainkan akses Transportasi yang baik hingga ke desa-desa, tidak hanya cukup Dana Desa(DD).

            Pemimpin Great Leadership ada pada diri Drs.M.Idris Lubis,MT dan As.Imran Khaitamy Daulay,SH, bukan maksud saya semata-mata rakyat Mandailing Natal harus memilih mereka di Pemilihan Kepala Daerah mendatang, tetapi dari Bacalon Bupati/Wakil Bupati Madina yang muncul kedua paslon tersebut memiliknya dan akan dengan mudah dengan rakyat ber adaptasi, karena mereka sejak kecil sudah mengetahui kesusahan.

            Terkadang, kita ikut heran sebagai Wartawan, kenapa masyarakat diwilayah Pantai Barat pada khususnya, mau bergabung dengan Bacalon Maju BERIMAN..? tentu jawabnya, kemungkinan karena kondisi Infrasturuktur kita sudah “Gawat Darurat “ buktiunya, warga Pantai Barat walaupun berselamak lumpur tetap MAJU BERIMAN menjadi idola dan siap memperkenalkan Pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat (Bersambung Terus)

 

 

Liputan : Ikhsan Ananda Nasution dan Sukhairi

Admin   : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.