Menggunakan Ekscavator, PETI di DAS Batang Natal Bebas Beroperasi Diduga Ada Stabil Ke Oknum Tertentu

BATANG NATAL(Malintangpos Online): Diduga kuat, Aktifitas Pertambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan menggunakan alat berat jenis Ekscavator disekitar Daerah Aliran Sungai(DAS) Batang Natal Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus beroperasi bebas, karena memilik Stabil kepada Oknum tertentu.

Pantauan Wartawan dilapangan, di Desa Sipogu, ada aktifitas alat berat terpantau melakukan aktifitas pengerukan material yang mengandung emas tepatnya di jalan Lintas Natal Kecamatan Batang Natal.

Pengakuan warga kepada Wartawan, Pertambang Emas Tambangan Emas Izin(PETI) di Desa Sipogu adalah milik inizial B Warga Ampung Siala Kecamatan Batang Natal.

Selain di Desa Sipogu, ada juga di Desa Rantobi. Kedua aktifitas Tambang Emas Ilegal itu berada di pinggiran Sungai Batang Natal.

Nasution sebagai warga setempat mengaku, aktifitas tambang emas ilegal diwilayah Batang Natal bisa dipastikan tak akan bisa berhenti karena jelas Polsek setempat tutup mata.

“Kalaupun pak Kapolres sekarang masih baru, namun yakinlah tidak akan ada tindakan bagi pelaku tambang emas ilegal yang notabenya hanya menguntungkan kelompok dan merusak lingkungan,” kata Nasution.

Tetapi Nasution tetap optimis dan yakin, Kapolres AKBP Bagus Priandy,sejauh ini belum menunjukkan taringnya terhadap para pelaku tambang yang notabenya merupakan pencuri harta negara dan pelaku pencucian uang.

Dikutip dari Detik.com, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan perputaran duit diduga terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan distribusi emas ilegal Rp 992 triliun. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyelidiki temuan itu.

PKH sendiri mengaku punya data pemetaan aktivitas bisnis oleh semua korporasi yang ada di kawasan hutan,” kata juru bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, kepada wartawan, Senin (2/2)yg lewat.

Dalam keterangan pers nya, pihaknya sedang melakukan serangkaian penyelidikan, investigasi, termasuk pengumpulan data, audit yang ada di lapangan

Kapolres Mandailing Natal, AKBP.Bagus Priandy,S.IK.M.Si,yang dikonfirmasi,Via WhatsApp nya,Senin(09/02) mengutarakan terimakasih informasinya, kita tindaklanjuti.

” Terimakasih informasinya, kita tindaklanjuti, ” ujar Kapolres Madina,AKBP.Bagus Priandy.S.IK.M.Si( Isk/Putra)

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Korban Kebakaran di Panyabungan Tonga Terima Bantuan Dari Pemerintah Mandailing Natal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Empat kepala keluarga (KK) korban kebakaran yang terjadi pada Minggu pagi kemarin di Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina). Bantuan…

    Read more

    Continue reading
    Pekerja Tambang Emas di Kec.Kotanopan Meninggal Dunia di Timpa Pohon Aren

    KOTANOPAN(Malintangpos Online): Pekerja Tambang Emas Ilegal berinisial A alias Awe 43 tahun warga Sunda, tinggal di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal, Meninggal Dunia tertimpa pohon Aren saat…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses