Mengingat Lupa, Proyek ” Angan -Angan ” Bupati Mandailing Natal (2 )

PEMBANGUNAN Rumah Sakit Umum hingga sekarang ini boleh dikatakan masih proses tender dan ada yang bilang sudah Teken Kontrak, tapi yang jelasnya hingga 22 April 2021 belum eksen dilapangan.

Namun harus kita ingat sekitar awal 2018, tepatnya, Sabtu (10/2), Gubernur Sumut–saat itu–melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Ibu dan Anak Daerah Penyabungan dengan konsep green (hijau).

Lokasinya, di Kompleks Bukit Payalotung Panyabungan, Madina.Dahlan Hasan mengatakan lahan yang hendak dibangun seluas 3.402 meter persegi dengan pendanaannya APBD 2018.

Proyek ini diperkirakan menghabiskan Rp36 milliar.Rumah sakit di perbukitan ini dirancang berlantai tiga. Nantinya sebagian areal dijadikan taman kota.
’Tujuan dibuat taman kota agar pasien dan keluarganya menjadi tenang dan cepat pulih,’’ kata Bupati Madina.

Tiga tahun berlalu sejak peletakan batu pertama, saat ini memang sudah ada wujud rumah sakit tersebut, namun entah persoalan apa, proses pambangunannya terhenti sehingga fisik bangunan seperti terlantar.

Jalan Lingkar Kotanopan

Siang malam Dahlan Hasan saat itu berada di Kotanopan merencanakan pembangunan jalan lingkar Kotanopan sepanjang sekitar 8 km.

Sangat menggebu-gebu. Alat berat dikerahkan, bahkan bupati sempat “berkantor” di mess Pemprov Sumut yang ada di pusat kecamatan ini.

Sekarang, entah sudah bagaimana kondisi jalan ini karena tidak jelas penyelesaiannya.
Di depan Darmin Nasution—saat itu Menko Perekonomian—pada peletakan batu pertama pembangunan kampus STAIN di Tor Si Ojo, Dahlan Hasan menyebutkan, pemkab sudah membangun jalan sepanjang 10 km dengan lebar 14 meter.

Sepanjang 8 km dari 10 km, kata dia, akan dibangun dengan hotmix pada tahun itu juga, yaitu: 2018 hotmix. Sedangkan 2 km lagi yaitu jalan menuju kampus STAIN Madina juga dibangun pada 2018 dengan menggunakan dana APBD Madina.

Selain itu, Kampus STAIN di Tor Si Ojo, Kotanopan Pada Jumat petang (11/5-2018), Darmin Nasution melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus STAIN di Tor Si Ojo.

Peletakan batu pertama berlangsung meriah. Saat itu, bupati menyebutkan sudah ada donatur yang akan menyumbang Rp20 miliar dalam bentuk bangunan.

Lalu, PT PLN pusat siap membangun masjid di sekitar kampus tersebut.Bupati berharap Darmin Nasution bisa membantu melobi sumber-sumber pendapatan dari pusat.

Diharapkan pada penerimaan mahasiswa baru 2019, kampus Tor Si Ojo sudah berdiri.
Lalu, di depan Menko Perekonomian Darmin Nasution saat pembukaan Pameran Pambangunan Madina dalam rangka HUT ke-20 Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (7/3-2019), Dahlan Hasan begitu semangat mengutarakan rencana pembangunan kampus STAIN Madina di Tor Siojo Kotanopan.

“Kita berharap Pak Menko Perekonomian membantu percepatan pembangunan yang semuanya dibiayai APBN. Kalau hanya mengandalkan APBD tak akan mampu,” harap bupati sambil menyerahkan proposal.

Begitu juga, Monumen Jenderal A.H. Nasution
Minggu (8/12-2019), Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Monumen Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Komplek Perkantoran Bupati Madina.

Dahlan Hasan mengatakan monumen ini sudah ditunggu bertahun-tahun. Kehadiran KSP ke Madina, menurut dia, membawa harapan bagi rencana-rencana Pemkab.

Ngerinya,Madina salah satu kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki terminal, sekalipun tipe-C. Sudah lama pula terdengar di Pasir Putih, Pidoli Dolok, Panyabungan bakal dibangun terminal—entah tipe apa—tapi sampai sekarang tidak jelas kapan dimulai.

Dikutip dari Waspada.co.id., Kadis Perhubungan Pemkab Madina Hendra Edisa Putra melalui Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Hafni ST, Rabu (26/8), menjelaskan pembangunan terminal angkutan itu akan terealisasi jika bandara Bukit Malintang selesai dibangun.

“Rencananya kita bangun terminal tipe-A, namun karena kita baru memiliki lahan 1,8 ha dan masih butuh proses perluasan lahan, untuk sementara tipe-C dulu kita bangun,” kata Hafni.

Untuk pembangunan terminal tipe-A, kata dia, diperlukan lahan 5 ha. Pihaknya masih menunggu persiapan lelang karena status tanah sangat diperlukan.

“Kita sudah rencanakan pembangunan ini kurang lebih lima tahun. Kita juga berharap dengan adanya perubahan status jalan nantinya bisa mempercepat realisasi terminal ini,” katanya.(Bersambung Terus)

Liputan : Akhir Matondang

Admin    : Iskandar Hssibuan.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.