
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara Satma AMPI Madina, Muhammad Saleh, melontarkan kritik keras atas Meninggalnya, seorang pria berinisial F (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang diduga menjadi korban aksi brutal di kawasan tambang emas ilegal, Rabu (8/4).
Korban ditemukan tidak bernyawa di lokasi pengolahan limbah tambang (tong) yang berada di perbatasan Kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot. Lokasi tersebut dugaan diketahui milik H. E
Kondisi korban sangat mengenaskan, dengan luka bacok di sejumlah bagian tubuh, terutama di area kepala dan tangan, yang mengindikasikan adanya kekerasan serius sebelum korban meninggal dunia.
Muhammad Saleh menegaskan, peristiwa ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan sudah menjadi kejahatan serius yang harus diusut sampai ke akar-akarnya.
“Ini bukan lagi sekadar dugaan main hakim sendiri. Ini pembunuhan yang terjadi di lokasi yang jelas-jelas ada pemiliknya. Tidak boleh ada yang cuci tangan,” tegasnya.
Ia secara terang menyentil pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan lokasi tersebut agar tidak berlindung di balik diamnya situasi.
“Kalau lokasi itu di duga milik H.E, maka semua yang terjadi di dalamnya harus jelas,” ujarnya.
Siapa yang bekerja di sana? Siapa yang menguasai? Siapa yang bertanggung jawab? Ini harus dibuka seterang-terangnya,” ujarnya tajam.
Saleh juga menyoroti dugaan kuat adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang dan pengolahan limbah ilegal yang selama ini terus berjalan tanpa penindakan tegas.
“Jangan sampai publik menilai ada oknum yang bermain atau melindungi aktivitas ini. Karena faktanya, lokasi-lokasi seperti ini tetap beroperasi dan kini sudah memakan korban jiwa,” katanya.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk tidak setengah hati dalam menangani kasus ini, serta berani mengusut seluruh pihak yang terlibat, termasuk yang memiliki kekuasaan maupun pengaruh.
“Kami minta aparat jangan hanya tangkap pelaku lapangan. Bongkar semua, dari bawah sampai ke atas. Siapapun yang terlibat harus diperiksa. Jangan ada yang kebal hukum,” tegasnya.
Menurutnya, jika kasus ini tidak diusut secara transparan dan menyeluruh, maka akan semakin memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Ini ujian bagi aparat. Kalau tidak tuntas, maka ini akan jadi bukti bahwa hukum bisa kalah oleh kepentingan. Dan itu sangat berbahaya,” Ujar Muhammad Saleh dengan nada keras(Isk)
Admin ; Iskandar Hasibuan.








