Menjelang 21 Tahun Kab.Madina(4), Hidupkan Gotong Royong Untuk Bersihkan Kota Panyabungan

Zubaidah Nasution, anggota DPRD Madina Fraksi Golkar

PEMBICARAAN  Dengan anggota DPRD Kab.Madina Zubaidah Nasution (Fraksi Golkar) melalui WhatsApp, Minggu 16 Februari 2020 menjelang dia bertolak menuju Kecamatan Ulu Pungkut untuk Takziah, muncul ide cemerlang untuk membersihkan Kota Panyabungan dari tumpukan Sampah yang masih sulit diatasi, yaitu dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong yang akhir-akhir ini mulai hilang dari masyarakat Kota Panyabungan.

            “dicanangkan di setiap lingkungan sekali sebulan atau sekali dua minggu, dijadwalkan gotong royong, disamping mengembalikan ingatan kita kembali, mambiasakan kembali, kegotong royongan, mungkin di bbrp desa masih ada, dikota Panyabungan saya lihat nyaris tak ada, kepling dan lurah harus ambil perannannya,” ujar Zubaidah Nasution melalui WhatsApp nya Minggu(16-2) ketika diminta komentar dan masukannya, untuk mengatasi tumpukan Sampah yang menumpuk di beberapa ruas jalan di Kota Panyabungan.

            Zubaidah Nasution melalui WhatsApp nya,  berbahasa Mandailing dan Indonesia, menyampaikan bahwa di satu sisi mmng masyarakat nita umumna payah bang, tai i ma gari, imulai dari tingkat RT atau  kepling, harus aktif, dulu, sblm ada yg khusus pengangkut sampah

Sampah di Kota Panyabungan/Iskandar Hasibuan

Masyarakat mengatasi sampahnya sendiri, kalau nga dibakar, dibuang sendiri, sekarang ada yg khusus untuk mengangkut sampah, kelihatannya masyrakat jadi malas, khususnya ibu2, untuk memisahkan sampah plastik dari sampah yg lain aja malas, di pengajian2 yg biasa dibuat di setiap lingkungan oleh ibu2, harusnya diselipkan oleh penyuluh2 dari pemda, baik itu dari bbrp dinas, misal, dari kesehatan, kb, pemberdayaan perempuan, dll

Terkait sampah, juga dinas yg menangani, terkait sampah juga, masyarakat sering2 diajak rembukan, musrembang kecamatan bang, kelihatan tdk ada peran aktif masyarakat, tdk tau kalau musyawarah desa, dari kalangan ibu2 tdk ada

Padahal, kunci dari keberhasilan kesejahteraan masyrakat  suatu daerah bukannya dimulai dari yg lingkup terkecil, yaitu rumah tangga, dilingkungan kami aja di lingkungan 6, tak pernah ada orang acara apapun, untuk mengarahkan pola hidup masyarakat ke arah lbh baik, tak tau dilingkungan atau desa lain, intinya semua harus kerja sama, rutin dibuat, sampah bisa jadi pupuk, sampah plastik bisa diolah tergantung kreatifitas, nah, dicari lah orang yg ahli dibidang itu bang, untuk melakukan pengarahan2 itu kpd masyrakat

Sampah di Lampu Merah 16/2-2020/Iskandar Hasibuan

Kata dia, kalo hanya sesekali, atau di muat diberita online, bahkan koran sekalipun, ibu2 mana tau, datangilah masyrakat oleh dinas terkait, Sbgg ctt bang, di musrembang, semua usulan selalu terkait pembangunan fisik, bahkan dari kepdes pun yg kelihatannya lbh pintar dari masyrakat, bgmn dgn masyrakatnya?

Di Hutabargot saya tanyakan juga itu, harusnya kita lihat pembangunan sdm masyrakat juga, salah satu contoh na usapai, terkait arahan bupati ttng locus stunting, kenapa tdk ada yg menanyakan, ningku, di jawab kepdes Hutabargot Dolok, kalo mslh stunting sdh mereka atasi dgn dana desa, tetapi, apakah sdh benar2 diatasi, kita tak tau.

            Seiring dengan pendapat dari Zubaidah Nasution (Fraksi Golkar) ada baiknya Lurah/Kades, Camat Panyabungan Idris Batubara serta jajarannya melakukan komunikasi untuk membicarakan persoalan Sampah di Kota Panyabungan, kalau tidak jangan harap akan bersih Kota Panyabungan yang hanya beberapa hari lagi akan merayakan Hari Ulang Tahunnya (HUT) ke 21 Tahun 2020.

            Mungkinkah itu dilakukan Gotong Royong..? kenapa tidak, hanya saja sebaiknya pihak Dinas Lingkungan Hidup Mandailing Natal, jemput bola, jangan menunggu, serta sangat tidak mungkin sekali jika harus Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution yang harus turun tangan, baru persoalan Sampah bisa diatasi, apa gunanya dia punya OPD dan Camat, serta Lurah di Kota Panyabungan, mudah-mudahan terwujud ( Bersambung Terus)

 

 

 

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.