Menjelang Idul Fitri 1440 H, Sampah Masih Mewarnai Kota Panyabungan

Sampah di Pidoli/Dokumen Malintang Pos

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): “ Sampah Kok Dibuang Ditempat Itu,” Kalimat itulah yang muncul UCapan  dari beberapa perantau  Warga Panyabungan yang mudik menjelang Idul Fitri 1440 H tahun 2019, begitu melihat tumpukan Sampah di beberapa ruas Jalan di Kota Panyabungan, yang sama sekali tidak diperdulikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal.

            Ungkapan tersebut disampaikan oleh  Misnelli Rusdi Nasution kepada Wartawan Malintangpos Online, Minggu siang (02/06) di Pasar Panyabungan, ketika meninjau secara langsung tumpukan sampah yang setiap waktu beritanya di Media Sosial (Medsos).

Tumpukan Sampah di Jln menuju TPA di Pyb Barat

Kata Misnelli, sebenarnya mengatasi Sampah sekarang ini kalau masih sebesar Kota Panyabungan, sangatlah mudah sekali, tetapi baik pemerintah khususnya Dinas Lingkungan Hidup, Camat Panyabungan dan Lurah yang ada disekitar Kota Panyabungan, mempunyai niat yang ikhlas untuk menciptakan kebersihan.

            Caranya..? Tidak harus biaya besar seperti yang disampaikan oleh Kadis Lingkungan Hidup Madina Kasmir Nasution,S.Pd.MM yang mengatakan Armada Pengangkut Sampah harus ditambah dari yang ada sekarang, bukan saya menghalangi untuk penambahan Armada, tapi semua terpulang kepada “Nawaitu “ dari pelaksana dari pemerintahan.

            Memang, ujar Misnelli, masyarakat salah suka-suka membuang Sampah, tapi apakah kita pernah menyampaikan kepada mereka agar jangan membuang Sampah ditempat-tempat yang ada sekarang, saya rasa baik Lurah, Camat dan lebih-lebih Kadis Lingkungan Hidup tidak pernah menyampaikan agar jangan membuang sampah sembarangan.

Mobil Sampah mengangkut Sampah di Jln.Pemuda Pyb II

Maksudnya..? ia itu, niat Kadis dan stafnya ngak ada untuk kebersihan, sebab yang mengerjakan semua adalah Pegawai Honor yang digaji dibawah standar UMK (Upah Minimum Kabupaten), tentu mereka bekerja tidak seperti yang kita harapkan, apalagi Kadisnya tidak mempunyai latar belakang pendidikan persoalan kebersihan, sebab Kadis tersebut kabarnya adalah dulunya seorang Guru Sekolah Dasar (SD)

            “ Sampai Kiamatpun jika seperti itu Kepala Dinas nya untuk mengurusi Sampah, daerah kita tidak akan pernah bersih, kalaupun bersih kemungkinan harus mengeluarkan anggaran yang banyak agar warga tidak buang sampah sembarangan lagi,” sebut Misnelli.

            Secara terpisah Irpan Suandi Parinduri,S.Sos di Halaman Mesjid Nur Ala Nur Aek Godang Panyabungan, Sabtu (01-06) menyalahkan Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution menempatkan Kasmir Nasution sebagai Kadis Lingkungan Hidup, sebab Kadis sekarang adalah dulunya seorang Guru SD di Mandailing Natal.

Tumpukan Sampah depan MMI Panyabungan/ Dokumen Senin lalu

Tentu, walaupun kita komentari setiap hari dan setiap menit, kalau Bupati Madina ngak mendengar aspirasi masyarakat dan juga tidak pernah membaca berita Online maupun Cetak(Koran), maka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Madina, walaupun tidak mampu akan terus dipertahankan oleh Bupati, jangan-jangan ada dekingnya,sehingga Bupati enggan untuk memutasinya.

            Kadis Lingkungan Hidup Madina Kasmir Nasution yang berkali-kali mau dihubungi selalu gagal, begitu juga dengan Kabid Persampahan Khoilit Nasution yang di hubungi melalui SMS mengatakan “ Tu Kadis Ma Abang Komunikasi “ dan Kadis yang dihubungi melalui SMS sampai berita ini naik belum memberikan jawaban (Sar/Red)

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Peduli Bocah Tanpa Anus, PT SMM serahkan Bantuan.

SIABU(Malintangpos Online): Tokoh Masyarakat Kec.Siabu Gongmatua Hasibuan, yang juga pencetus Donasi untuk Rahmad Penderita Tanpa Anus dan Sumbing warga Desa Hutapuli Kec.Siabu Kabupaten Mandailing Natal, mengucapksn terimakasih kepada PT.SMM yang…

Read more

Continue reading
Segudang Masalah di Kabupaten Mandailing Natal (1)

Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, selama kurun waktu Tahun 2023 – akhir Tahun 2025 ini, meresa heran dengan sikap Bupati/Wakil Bupati, Kapolres, Kejaksaan Negeri dan 40 anggota DPRD, yang tidak mampu…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses