Menuju Sekolah, Siswa SDN 043 Muara Batang Angkola Diserang Monyet

MUARA BATANG ANGKOLA(Malintangpos Online): ” Malang Benar Nasib Siswa Itu,” Ucapan itulah yang pas disampaikan kepada J Siswa SDN 043 Muara Batang Angkola Kec.Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Jumat(7/10) pagi, ketika menuju sekolah tiba – tiba diserang Monyet secara Berutal.

Demikian informasi tersebut diperoleh Redaksi,Sabtu siang(8/10) di WhatsApp Group SMSI Mandailing Natal.

Informasinya, peristiwa itu terjadi ketika bocah SD sedang menuju sekolah, Si -Monyet  turun dari atas sebuah pohon, lalu mencakar dan menggigit bocah dengan brutal, kejadian sekitar 500 meter dari rumah siswa SDN 043.

Dalam WhatsApp, J Siswa kelas ll SDN 043 Muara Batang Angkola, dicakar dan digigit monyet di perjalanan menuju sekolah, bocah menjerit, membuat warga yang mendengar berhamburan memberijan pertolongan.

Dan mendengar jeritan Siswa, ayah korban langsung berlari untuk menyelamatkan anaknya, atas insiden itu siswa SD  mengalami luka robek disekujur tubuhnya, “ujar Wira saat dihubungi Wartawan Syahren Hasibuan, Sabtu(8/10).

Selain itu, Warga yang mengetahui bersama keluarganya langsung melarikan bocah SD  ke Bidan setempat ,guna untuk mendapatkan perawatan.

“Warga bersama keluarga melarikan bocah SD tersebut ke bidan setempat guna mendapatkan pengobatan luka gigitan monyet ganas ini, “ujar Wira warga.

Wira menyampaikan, monyet yang menyerang bocah SD laki-laki tersebut merupakan monyet tunggal yang selalu berkeliaran di kawasan itu.

“Tadi saya mendapat kabar kalau anak SD dikawasan Sibarebe diserang monyet liar, masyarakat di wilayah itu resah karena monyetnya masih berkeliaran, ” katanya kepada Wartawan Syahren Hasibuan.

Selain itu, Wira juga menumpahkan rasa kekesalannya terkait keberadaan monyet dan jauhnya akses sekolah bagi warga masyarakat dusun yang berada di seberang Batang Gadis anak Desa Muara Batang Angkola.

Setiap hari sekolah, sebanyak 60 siswa SD dan SMP dari lima dusun yang terdapat di wilayah itu berjalan kaki melintasi hutan dengan jarak sekitar 2-3 km

Kata Wira, setiap waktu diperjalanan mereka terancam diserang binatang buas, selain binatang buas, para siswa sekolah dari areal itu juga kerap terancam hanyut, karena untuk bisa sampai ke sekolah mereka harus menyeberangi sungai Batang Gadis, ” katanya.

Diketahui, Warga yang bermukim di kawasan pengunungan tersebut yakni dusun Sibarebe sekitar 20 KK, dusun Tor Pulo 18 KK, Lubuk Sihim 30 KK, Pasir Bolak 23 KK dan PKB 15 KK

kata dia, lima dusun tersebut merupakan anak Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Warga berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dan Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia sudah sepantasnya mendirikan sekolah filial di Dusun mereka.(Syahren/Red)

Foto Kiriman Syahren Hasibuan di WhatsApp Group SMSI Madina

Admin : Iskandar Hasibuan …..

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.