Merasa Ditipu Staf Dinas PMD, Warga Aek Marian Minta Bupati Madina Tunda Pelantikan Kades

Warga Aek Marian Kec.Lembah Sorik Merapi dengan Ketua DPC.PDIP Madina

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): “Sudah Jatuh Ketimpa Tangga Lagi,” Kalimat itulah yang cocok disampaikan kepada ratusan warga Desa Aek Marian Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, karena surat Panitia Pilkades yang ditujukan kepada Kadis PMD justuru dirondokkan oleh Stafnya untuk membela salah satu Cakades yang memperoleh suara terbanyak dari tiga(3) Cakades lainnya.

            Maksudnya..? Kamis (13-12/2018 ) lalu dilaksanakan Pilkades secara serentak diwilayah Mandailing Natal, salah satu Desa yaitu Desa Aek Marian ikut Pilkades dengan hasil antara lain  Nomor urut 01 sebanyak 85 suara, nomor urut 02 sebanyak 221suara, dan nomor urut 03 sebanyak 222 suara, sehingga terjadi tuntutan disebabkan adanya kecurangan dipihak panitia sesuai dengan hasil informasi yang diperoleh masyarakat.

            Karena itu, adanya informasi dari pihak PMD Madina bahwa Pelantikan Kades terpilih akan dilaksanakan 18 Januari 2019 Pukul 14.00 Wib, warga Desa Aek Marian meminta kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution untuk menunda Pelantikan Kades terpilih, sebab Panitia dan Plt.Kades telah membuat kesepakatan agar Pikades diulang kembali, tapi surat Panitia yang ditanda tangani Plt.Kades justuru di rondokkan staf Dinas PMD Madina sehingga tuntutan masyarakat yang disepakati Panitia tidak sampai ke tangan Kadis PMD.

            “ Kami sangat yakin betul kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution akan menunda Pelantikan Kades terpilih Desa Aek Marian, sebab baik masyarakat maupun Panitia serta Plt.Kades sudah sepakat agar Pilkades diulang kembali,” ujar Tokoh Masyarakat Desa Aek Marian yang mendatangi Ketua DPC.PDI Perjuangan Madina, Senin sore(17-1) di Panyabungan.

            Sebenarnya, ujar tokoh masyarakat tersebut, saat ini warga Desa Aek Marian sudah sangat marah atas sikap Staf Dinas PMD Madina yang menyembunyikan surat Panitia yang diminta oleh Kadis ketika masyarakat menjumpai Kadis PMD, apalagi sudah ada keterangan Kadis bahwa surat sama sekali tidak diterimanya sesuai dengan yang telah disampaikan Kadis yang dijumpai warga beberapa waktu lalu.

            Makanya, begitu kami mendengar ada informasi akan dilaksanakan pelantikan Selasa(18-1) masyarakat kaget, kenapa begitu, apa yang terjadi, setelah ditelusuri ternyata surat Panitia yang ditanda tangani Plt. Kades yang seharusnya disampaikan kepada Kadis PMD Madina, sama sekali tidak sampai kepada Kadis, inikan penipuan namanya dan jika Bupati mengetahui keadaan seperti ini dipastikan Kades terpilih akan dibatalkan pelantikannya.

            Kadis PMD Madina apa sudah dijumpai..? oleh warga mengatakan Kadis sudah dijumpai, surat Panitia yang diantar Pantia dicegat staf PMD ditengah jalan dan mungkin membuang surat Panitia di jalan dan tidak memberikannya kepada Kadis, sesuai pengaduan Kadis kepada kami yang mendatanginya dikanbtornya.

            Kata warga, mereka bukan mau menghalangi pelantikan Kades jika memang hak dia silakan, namun Panitia sendiri sudah membuat surat Pilkades ulang, tentu ini namanya Penipuan dan akan kami adukan oknum ASN Dinas PMD Madina ke Polisi dan Inspektorat agar dilakukan penyelidikan dan jika memang betul ASN tersebut merondokkan Surat Panitia, maka wajarlah Bupati Madina menunda pelantikan Kades terpilih.

            “ Warga telah ditipu Staf Dinas PMD, karena itulah alasan kami mendatangi Ketua DPC.PDI Perjuangan Madina agar disampaikan kepada Bupati untuk menunda Pelantikan Kades terpilih yang akan dilantik 18 Januari 2018,” kata warga dihadapan Ketua DPC.PDI Perjuangan Madina,Senin sore(17-1) di Kantin DPRD Madina.

            Ketua DPC.PDI Perjuangan Kab.Madina Iskandar Hasibuan kepada warga, mengutarakan agar jangan rebut dulu, karena masalah Pilkades Aek Marian kemungkinan Bupati belum mengetahuinya dan mudah-mudahan Bupati setelah ini mengetahui kejadian yang sebenarnya, sebab dipastikan Bupati tidak akan mau melantik yang bermasalah.

            “ Saya sangat yakin sekali Bupati belum mengetahui masalah ini, ada kemungkinan Kadis PMD Madina menutupi masalah yang sebenarnya, kalau memang Pelantikan jalan terus, tuntutan jalan terus ini adalah langkah yang kurang pas, sebab jika tuntutan warga dan panitia jebol, bagaimana pula nanti dengan Kades yang sudah dilantik,” ujar Iskanbdar Hasibuan.

            Memang, katanya, kejadian yang seperti Desa Aek Marian ini pernah dulu terjadi di Desa Batang Gadis Panyabungan Barat juga hanya selisih satu(1) dan lama sekali baru dilantik Kadesnya, sebab ada dulu kepastian hukumnya baru dilantik Bupati kembali, tapi apakah sudah berubah peraturan saya juga kurang memahaminya.

            Kadis PMD Madina Ikbal yang dihubungi Malintangpos Online Via selular, Senin sore(17-1) membenarkan adanya warga yang mendatanginya dari Desa Aek Marian, masalah surat Panitia yang tidak sampai benar sekali tidak sampai ke tangannya dan juga Kadis mengakui bahwa ada stafnya yang menerima surat dan tidak disampaikan ke kantor.

            “ Ada memang warga menuntut, surat yang dibilang warga tidak ada sampai ke tangannya dan warga yang datang juga telah saya berikan masukan, karena Kades terpilih harus dilantik, masalah juga terus lanjut sampai selesai,” katanya (Red/Nur)

 

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.