Mhd.Sofwat Nasution Kepada Wartawan (1), Buat Apa Pangkat Tinggi,Jika Tidak Berguna Bagi Masyarakat

Wartawan Madina foto bersama dengan Sofwat nasution/ Sri Lubis

PERTEMUAN  Wartawan dengan Bakal Calon (Bacalon) Bupati Mandailing Natal Brigjen TNI-AD (Purn) Muhammad Sofwat Nasution Rabu sore 17 Juli 2019 di Aula RM.Paranginan 2 Jalan Lintas Timur  Panyabungan adalah pertemuan yang memang sangat diharapkan oleh rekan-rekan Jurnalistik yang sehari-hari meliput berita diwilayah Mandailing Natal.

            “ Jadi ingat Mantan Bupati Madina H.Amru Daulay,SH,” ujar Iskandar Hasibuan salah seorang Wartawan yang dituakan di Bumi Gordang Sambilan, ketika dipersilakan memberikan masukan-masukan kepada Bakal Calon(Bacalon) Bupati yang sore itu telah duduk berhadapan dengan sejumlah Wartawan.

            Jefry Brata Lubis, M.Ridwan Lubis dan Iskandar Hasibuan pada sesi pertama memberikan pertanyaan kepada Brigjen TNI-AD (Purn) M.Sofwat Nasution yang dipandu Akhiruddin Matondang ( Pimpinan Media Beritahuta.Com) dimana rekan-rekan Jurnalistik lebih mengarah memberikan pertanyaan terkait dengan “ Pangkat dan Maksud dan Tujuan M.Sofwat Nasution Maju mencalonkan diri menjadi Bupati “ dan suasana siltarrahim makin hangat dan seru ketika Iskandar Hasibuan dan M.Ridwan Lubis, Jefry Brata Lubis memberikan masukan dan kritikan dan jawaban yang membuat suasana makin nyata adalah “ Buat Apa Pangkat Tinggi Jika Tidak Berguna Bagi Masyarakat “

            Bagaimana dengan Partai …? Waktu itu M.Sofwat Nasution “ Mengaku telah melakukan Komunikasi dengan Grindra, PAN dan PKS, serta dengan sejumlah tokoh masyarakat, ulama dan hari ini (Rabu Red) dengan Wartawan “ dan Insya Allah komunikasi yang dilakukan “ baik Parpol dan Masyarakat banyak memberikan informasi dan masukan dan Sofwat mengaku semua masukan yang diberikan sangat berarti untuk memajukan Mandailing Natal,jika diberi amanah untuk memimpin “ katanya dengan senyum khasnya.

Wartawan mewancara M.Sofwat Nasution

Silaturrahmi yang begitu singkat antara M.Sofwat Nasution dengan Wartawan sepertinya posisi Wartawan terasa sangat “Berguna “ dalam memajukan Mandailing Natal, sebab satu demi satu pertanyaan dan masukan yang diberikan oleh Wartawan Syarifuddin Nasution, Ompung Tambunan, maupun Wartawan lainnya dijawab dengan ‘Wajah Senyum “ tanpa memberikan janji-janji, sambil menceritakan kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini.

            Begitu juga dengan rilis yang dibagikan tertulis bahwa “ Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan itu sengaja kami kemukakan pada kalimat pembuka rilis ini karena sangat terkait dengan alasan diadakannya silaturrahmi  kita ini”

            Kata M.Sofwat Nasution dalam Rilisnya, Mungkin di antara kita belum saling kenal, bahkan tak menutup kemungkinan kebanyakan di antara rekan-rekan pers baru kali pertama bertemu saya. Ini sangat dimaklumi, karena jarak tempat tinggal kita yang begitu jauh dan kesibukan kita sehari-hari yang begitu padat sesuai profesi masing-masing.

Wartawan dan Sofwat Nst makan bersama

Saya dilahirkan di Panyabungan, tepatnya di sekitar Masjid Raya Panyabungan pada tahun 1959. Lulus SMA Negeri 1 Panyabungan tahun 1979. Sebelumnya, saya tamatan SD Negeri 3 Panyabungan dan SMP Negeri 1 Panyabungan.  Lalu, Alumni Akmil  (Akademi Militer) angkatan 1985.

            Berikut sekilas riwayat kedinasan. Saya berkarier di Kopassus sekitar 22 tahun. Jabatan yang pernah saya duduki di KOPASSUS antara lain : Komandan Batalyon Parako di Solo, Komandan Batalyon Sandi Yudha di Jakarta, As Intel Kopassus, As Intel Kas Kostrad di Jakartam serta Dan Grup-1 Kopassus.

Selama aktif di militer sudah bertugas keliling Indonesia. Sewaktu berpangkat  perwira menengah pernah menjabat Komandan Distrik Militer (Dandim) di Pekan Baru (Riau), Komandan Rindam XII/Tjp di Kalbar dan Komandan Korem (Danrem) Bengkulu.

Brigjen (Purn) Sofwat Nasution Calon Bupati Madina

Terakhir sebelum mengakhiri masa tugas, setelah lulus Lemhanas menjabat sebagai Deputi di Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia yang saat ini telah berganti nama dengan Badan Cyber dan Sandi Negara (BSSN).

            Terkait Pilkada Madina yang menurut jadwal KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan diadakan serentak pada tahun 2020 dan tahapan pelaksanaannya akan dimulai tahun ini, seperti diketahui saya sudah menyatakan siap maju sebagai bakal calon bupati Madina periode mendatang.

            Awalnya saya tidak pernah terpikirkan maju pada pilkada di daerah ini. Tetapi begitu banyak pertanyaan dan harapan dari para perantau maupun masyarakat yang tinggal di Madina agar di penghujung sisa umur yang diberikan oleh Allah SWT, saya mau mengabdi di kampung halaman.

            Harapan tersebut ada yang disampaikan secara langsung, misalnya, pas bertemu di suatu acara di Jakarta. Ada juga melalui telpon. “Inda langa raho turun pature kampung tai…?” Kira-kira begitulah pertanyaan yang sering saya dengar.

            Akhirnya saya berpikir dan meminta petunjuk dari Allah SWT, lalu terasa ada getaran agar saya memutuskan untuk maju. Tentu sebelumnya saya juga meminta pendapat dan saran dari berbagai tokoh-tokoh Madina, baik yang di Jakarta maupun yang tinggal di Madina. Termasuk dengan pihak keluarga.

            Alhamdulillah semua menyatakan mendukung dan mengikhlaskan saya untuk mengabdi bagi tano hasorangan. Kalau boleh jujur, setelah mengkahiri masa dinas, saya sebenarnya ingin istirahat mengurus keluarga, tapi ternyata ada panggilan untuk mengabdi bagi masyarakat. Semoga dapat terwujud.( Bersambung Terus )

 

 

Liputan : Sri Aida Lubis/ Suaib Nasution/Nanda Sukirno

Admin   : Dina Sukandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.