Minyak Goreng ” Menghilang ” Harga Melejit di Pasar Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Selama Bulan Februari 2022 ini, harga sejumlah  kebutuhan sehari -hari masyarakat, seperti Minyak Goreng harganya Melejit dan barangnya ( Minyak Goreng) sulit diperoleh di Pasar maupun di Kios -Kios penjualan Sembako.

Wartawan Malintang Pos Group Siti Khoiriah yang melakukan Liputan langsung disejumlah Pasar melapirkan walaupun bulan suci Ramadhan masih 2 bulan lagi, tapi harga sembako dan minyak goreng di pasar baru Panyabungan, Sumatra Utara sudah mengalami kenaikan.

Beberapa bahan pokok yang biasa dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari seperti cabai, bawang, minyak goreng, telur dan sebagainya.

Di Pasar Naru Panyabungan minyak goreng yang mulanya Rp 12.000/kg menjadi Rp 18.000/kg dan cabai naik dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 34000/kg.

Sedangkan untuk telur yang mulanya juga mengalami kenaikan akan tetapi pagi ini mengalami penurunan yang mulanya Rp35000/papan menjadi Rp 33000/papan.

“Pagi ini harga bahan pokok dan minyak goreng mengalami kenaikan, terutama untuk minyak goreng harganya sangat jauh berbeda dari minggu-minggu sebelumnya,” ujar Br.Nasution.

Kami sebagai pembeli,  terutama saya yang setiap hari belanja ke pasar ini untuk kebutuhan warung makan , saya merasa khawatir karena bahan pokoknya yang naik

” kalau kita sebagai penjual nasi bungkus, ini tidak bisa menaikan harga takutnya nanti pelanggan protes dan lari dari warung makan saya.” kata buk Ratna pembeli sekaligus pemilik warung makan yang berada di Dalan Lidang.

Sementara itu ibu Sakdiah salah satu penjual sayur di Pasar Baru, Panyabungan menuturkan bahwa menaiknya bahan pokok dan minyak goreng sudah menjadi hal yang biasa terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan nanti.

Kata dia, yang penting tidak terlalu jauh kenaikanya, agar kita sebagai penjual bisa menjual ke pembeli tidak terlalu tinggi juga.

Kenaiakan bahan pokok dan minyak goreng yang terjadi di Pasar Baru, Panyabungan ini diyakini karena meningkatnya permintaan dari masyarakat

Apalagi seminggu terahir di bulan dua ini yang kabarnya minyak goreng tidak mengalami ketentuan masuknya dan kalau masuk pun pasti pedagang berebutan,  sehingga yang mendapatkan minyak menaikan harga ke masyarakat,katanya dengan senyum ( Khoiriah)

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.