Money Politik Sulit Diberantas, Bawaslu Madina Diharapkan Tidak Menjadi Penonton Budiman

Iskandar Hasibuan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ketua DPC.PDI Perjuangan Kab.Madina Iskandar Hasibuan, mengharapkan kepada seluruh jajaran Bawaslu ( Badan Pengawas Pemilu ) Kabupaten Mandailing Natal,untuk tidak menjadi penonton Budiman terkait maraknya praktek Money Politik (Politik Uang) dilakukan Calon DPRD maupun TS Calon DPRD diwilayah kita ini.

            Kenapa..? Saya melihat Bawaslu kita sekarang ini cendrung menertibkan APK (Alat Peraga Kampanye), padahal harusnya tugas Bawaslu bukan hanya sampai disitu saja, bukan hanya menunggu pengaduan dari warga atau kontestand pesta demokrasi, harus jemput bola, jika tidak mampu silakan dengan legewo mundur saja, sebab praktek Money Politik sudah terang-terangan sekarang ini.

            “ Bawaslu, Panwaslu ataupun PPL yang telah diberikan kewenangan oleh Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal, jangan pura-pura tidak mengetahuinya, karena sekarang di Dapil 5 khusunya sudah banyak Caleg maupun TS Caleg (Calon Legislatif) yang membagi-bagi uang dengan panjar antara Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,-/Pemilih,” ujar Iskandar Hasibuan setelah menerima laporan dari anggotanya di Bukit Malintang, Minggu (31-3) sore, dengan harapan Bawaslu jangan menjadi penonton Budiman.

            Kata Iskandar Hasibuan, masyarakat banyak mengetahui ada bagi-bagi uang antara Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,- orang dari Caleg ataupun TS Caleg dari beberapa Parpol, tetapi pihak Bawaslu ataupun Panwaslu  pura-pura berdalih dengan mengatakan silakan tangkap jika melihat, laporkan ke kita biar kita usut, lalu Bawaslu hingga PPL nya dilapangan digaji untuk apa, untuk melihat Baleho yang salah tarok .

            Begitupun, ujar Iskandar Hasibuan, sejak awal PDI Perjuangan yang terus melakukan pengawasan terhadap Money Politik selalu Optimis akan mampu menangkap secara langsung oknum-oknum yang melakukan Money Politik ataupun pembagian uang kepada pemilih antara Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,- pemilih dengan sistim Caleg dan TS caleg yang tidak tercatat mendatangi rumah-rumah pemilih diwilayah Bukit Malintang, Kecamatan Siabu dan juga ada yang sengaja mendatangi dengan dalih silaturrahim.

            Mungkinkah itu bisa ditangkap..? Kenapa tidak, semua warga masyarakat diwilayah Bukit Malintang maupun Kecamatan Siabu, jangan seperti Bawaslu yang menonton dan duduk manis di kantornya saja, tetapi semua elemen masyarakat harus turun langsung dan jika menemukan segera laporkan ke PDI Perjuangan biar kita ikut menangkapnya, sebab inilah yang merusak demokrasi di Republik ini.

            “ Saya sangat mengharapkan sekali kepada Bawaslu, kenapa lembaga yang anti Money Politik, kepada yang mengaku tokoh bersih, mengaku tokoh yang paling mampu, mengaku tokoh yang katanya Partainya Bersih, mengaku pengurus Parpol, ayo kita sama sama menangkap semua oknum-oknum yang membagi-bagi uangnya untuk dipilih sekarang ini,” ujar Iskandar Hasibuan yang Ketua DPC.PDI Perjuangan Madina itu ( Red)

Komentar

Komentar Anda

Related Posts

Pemda Madina Bergerak Lambat, Gelondongan Kayu dan Sampah Sumbat Terowongan Jembatan Aek Mata Panyabungan

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (25/02/26) malam hingga Kamis (26/02/26) dini hari yg lalu, mengakibatkan peningkatan debit air Sungai (Aek )Mata yang melintas…

Read more

Continue reading
Advocat Nasional : Hal Kecil Saja DPRD Tidak Berani, Apalagi Soal APBD Madina

JAKARTA(Malintangpos Online): Advocat Nasional, Mohd.Amin Nasution,SH, Mengutarakan Soal kecil, masalah Lampu Penerangan Jalan Umum(LPJU) saja Anggota DPRD Madina II, Tidak Berani Bicara.   ” Masalah kecl saja mereka tidak berani…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses