Namanya Bachtiar Lubis, adik Mochtar Lubis. Fotonya masih tergantung di rumah ini.

Hari itu, 17 Agustus 1945. Selesai proklamasi, Adam Malik menyusupkan teks proklamasi untuk disebarluaskan ke luar negeri melalui radio Pemerintah Kolonial Jepang. Padahal radio itu dijaga ketat serdadu Jepang yang bersenjata lengkap.

Yusuf Ronodipuro bersama Bachtiar Lubis diam-diam berhasil memberitakannya. Tapi kemudian diketahui Jepang. Mereka berdua dipukuli. Sampai-sampai gigi depan Bakhtiar Lubis copot semua. Bahkan nyaris mati. Hal itu diketahui ketika sore hari Mochtar Lubis mencari abangnya ke radio itu, Bachtiar Lubis.

Bahkan, tahukah Anda? Rekaman teks proklamasi bukan direkam saat pembacaan teks proklamasi. Yusuf Ronodipuro juga dan Bachtiar Lubis yang membujuk Soekarno untuk mau merekam ulang proklamasi di belakang ruang janazah RSCM Jakarta, cikal bakal RRI. Karena itu rekaman proklamasi bersih, layaknya rekaman studio.

Bachtiar Lubis, satu dari sekian tokoh Mandailing yang terlupakan. Padahal rumahnya di sekitar kita, Muara Soro, Kotanopan.(Askolani)

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Maraginda Hakim Apresiasi Prestasi SSB Manja di Tingkat Kabupaten

    KOTANOPAN(Malintangpos Online): Kiprah Sekolah Sepak Bola (SSB) Mandailing Jaya (Manja) dalam sejumlah kompetisi sepak bola tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat apresiasi dari Maraginda Hakim Nasution. Apresiasi tersebut ditandai dengan…

    Read more

    Continue reading
    Harun Ridwan Pendaftar Tunggal Bakal Ketua KONI Madina, Siap Majukan Prestasi Olahraga

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Harun Ridwan resmi menjadi satu-satunya Bakal Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mandailing Natal yang mendaftarkan diri pada Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (MUSORKABLUB) KONI…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses