Narkoba dan PETI Marak di Madina, Kapolres Baru Berusaha Ungkap Pendananya

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Narkoba jenis ganja dan sabu-sabu serta Tambang Emas Ilegal yang marak di Mandailing Natal (Madina) Sumut bukan lagi rahasia umum.

Menyikapi itu, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy,S.IK, M.Si yang baru menjabat beberapa hari memberikan pernyataan sikap mengenai pemberantasan narkoba dan tambang emas ilegal.

Menurut mantan penyidik KPK ini, dia akan berusaha mengungkap kasus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di Mandailing Natal.

Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy bersama jajaran menggelar Coffe Morning bersama Insan Pers di Aula Rupatama, Polres Madina, Jumat pagi (16/1).

Dalam pemaparannya, Kapolres berharap agar pers di Madina bekerja secara profesional.

Menurut Kapolres, media memiliki peran penting karena bisa mempengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat.

Terkait pemberantasan narkoba di Madina, dia akan mengintensifkan lagi tindakan pemberantasan barang haram tersebut.

“Saya akan bertemu bupati untuk tindakan terpadu pemberantasan,”katanya.

Sementara terkait PETI yang marak di Madina, menurut Kapolres, Izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sedang diajukan Pemda ke Pemerintah Pusat.

“Yang mencari emas ini adalah masyarakat. Bukan perusahaan. Saya akan melakukan penegakan hukum dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

“Saya pengen PETI diberantas secara komprehensif. Tapi kita harus mendapat solusi yang terbaik menguntungkan semua pihak,” ujarnya lagi.

Sesuai data yang disampaikan Kapolres saat sesi tanya jawab dengan wartawan, tahun 2025 lalu, penegakan hukum terkait PETI sudah dilakukan Polres, Polda, dan Mabes Polri.

“Ada satu laporan polisi. Satu (kasus) yang sudah diproses hukum,” katanya.

Menurut Kapolres, dia akan berusaha mengungkap kasus PETI sampai ke pendana-pendananya, termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan.

“Kita akan melakukan penegakan tahun 2026 ini. Untuk langkah teknis tidak bisa kita sampaikan di sini,” ujarnya.

AKBP Bagus juga menyadari luasnya wilayah tugasnya di Mandailing Natal. Dimana menurutnya, cakupan wilayah tugasnya sebagai Kapoolres serupa dengan cakupan wilayah tugas Kapolda Bengkulu(Dita/Nor)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Apakah Arabophobia Menantang Toleransi Kita? (Analisis Kritis terhadap Stigma, Prasangka Sosial, dan Ujian Kerukunan Masyarakat Global)

    *** Oleh : Irmasani Daulay,  Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal.*** Irmasani Daulay. Pernahkah mendengar istilah arabophobia?misal istilah ukhti,yang diplesetkan menjadi ughtea atau ukhties,dibuat kebarat-baratan, atau ketika Yusuf…

    Read more

    Continue reading
    Redaksi Media PT.Malintang Pos Group Turunkan 5 Orang Wartawan Investigasi Soal Pelaksanaan Dana BOK di 26 UPT.Puskesmas Se – Mandailing Natal

    Dugaan penyimpangan dan pemotongan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2024 & 2025 dilaporkan mencuat di berbagai daerah, termasuk 26 Puskesmas di Kabupaten Mandailing Natal, wajarlah aktivis dan Lembaga…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses