” Nasi Telah Jadi Bubur ” Tragedi Mompang Julu Jangan Terulang Lagi(1)

TERAGEDI Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Senin 29 Juni 2020 yang lalu, mengingatkan kita kepada kejadian sekitar tahun 1982-1983,antara warga dengan Almarhum H. Abdul Rahman Nasution (Kolol) pemiluk Kebun Karet di Padang Harapan.

” Nasi Telah Jadi Bubur ” Peribahasa ataupun kalimat ini sering kita dengar, tentu Teragedi Mompang Julu Sudah Terjadi dan Berlalu, tidak perlu lagi kita cari ” Kambing Hitam, Panglima Talam atau Pejuang, ” Karena insiden yang menyebabkan dua(2) Unit Mobil dan sejumlah Honda Terbakar, serta Polisi luka-luka,serta warga Desa Mompang Julu ada juga terluka dan sejumlah Wartawan juga sempat di gertak warga yang membuat aksi.

Sekarang, sudah tiga orang warga diamankan Polisi, kabarnya ketiga orang tersebut sudah dibawa ke Polda Sumatera Utara, guna untuk pengusutan lebih lanjut, artinya warga yang sudah diamankan tersebut tidak ada di Mapolres Mandailing Natal.

Setelah aksi 29 Juni, warga kembali melakukan aksi Kamis(2/7) ditempat yang sama, dengan tuntutan agar ke tiga(3) warga segera dibebaskan, kalau tidak warga akan tutup kembali Jalan Lintas Simatera.

Negosiasi dilakukan warga kepada Kapolres Madina, tapi Kapolres ” Tidak Bergeming ” dan infonya Ketua DPRD mencoba menjadi mediasi, tetap Kapolres Madina, menolak dan menyarankan kepada tokoh masyarakat Desa Mompang Julu, sampaikan laporan dan jalan segera dibuka dengan limit hingga Kamis(2/7) pukul 18.00 Wib, kalau tidak polisi yang buka dengan paksa( Bersambung Terus)

Admin : iskandar

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.