Pasien Meninggal Dunia, Direktur RSUD Panyabungan : Tidak Ada Penelantaran Pasien

PANYABUNGAN(Malintangpos Online):Direktur RSUD Panyabungan dr. Muhammad Rusli Pulungan Sp.THT, mengakui telah mengadakan pertemuan dengan keluarga Almarhumah,  Menyikapi tudingan negatif terhadap pelayanan,seputar meninggalnya pasien asal Batang Natal, Minggu kemarin (18/5)

” Iya benar kita berinisiatif mengundang keluarga almarhumah untuk membicarakan hal tersebut, sehingga tidak ada anggapan bahwa pihak Rumah sakit telah melakukan penelantaran terhadap korban yang akhirnya meninggal dunia”,ujar Muhammad Rusli.Pulungan melalui sambungan telepon,Senin sore (19/5) ketika dihuhungi Redaksi.

Dalam pertemuan tersebut lanjut Rusli,pihaknya mempertemukan langsung pihak keluarga korban dengan dokter Spselias Penyakit Dalam yang merawat almarhum.

“Kita pertemukan, biar semua jelas dan terbuka, dan akhirnya keluarga korban dapat menerima setelah dijelaskan langsung oleh dokter Sapran”, beber Rusli.

Menurutnya persoalan itu sudah selesai,dan antara pihak keluarga dan RSUD Panyabungan sudah saling memahami.

” Keluarga korban akhirnya dapat memahami setelah menerima penjelasan dari dokter secara langsung”, jelas Rusli.

Ia menyebutkan, apa yang disebutkan dengan penelantaran adalah tidak benar.

“Tidak benar ada penelantaran,dokter dan perawat sudah bekerja sesuai prosedur, namun pada akhirnya nyawa korban tak tertolong lagi karena kondisinya memburuk sesaat mau hendak dilakukan tindakan operasi”, ucapnya.

Rusli menyebutkan, sejak awal menerima kedatangan pasien, dokter jaga telah melakukan pemeriksaan terkait penyakit yang diderita korban.

Kemudian oleh dokter jaga dirujuk kepada dokter penyakit dalam untuk ditangani selanjutnya

Namun, setelah mendapat perawatan dan pengobatan beberapa hari,kondisi korban memburuk dan tak sempat dilakukan tindakan operasi, korban akhirnya meninggal dunia.

Dengan adanya pertemuan tersebut semuanya sudah jelas dan terbuka,keluarga korban juga sudah paham dan dapat menerima.

“Keluarga korban sudah paham dapat menerima dan mereka juga sudah saling berjabat tangan,” Ujar Rusli ( Red).

 

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    SERI 12A DARI 12 — SORIKMAS MINING DI UJUNG TANDUK: EVALUASI BERUJUNG SANKSI KERAS

    “Sisa Konsesi 23 Tahun: Masih Menggantung Juga?” Kripis Tuntas || Gugus Literasi Mandailing Epicentrum Hampir tiga dekade Sorikmas Mining (SMM) berada di Mandailing Natal. Namun, tambang emas Sihayo-Sambung belum juga…

    Read more

    Continue reading
    Viral di Medsos, Tambang Diduga Ilegal di Perbatasan Sumbar – Sumut Disorot, Satma AMPI Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di kawasan perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina),di wilayah Desa Banjar Maga, Kecamatan Ranto Baek, menjadi sorotan…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses