PEMBIARAN KERUSAKAN JEMBATAN RAMBIN KAMPUNG BARU-SIMANONDONG CERMIN BURUK PEMERINTAHAN KABUPATEN MADINA

Oleh : Miswaruddin Daulay

Penulis Miswaruddin Daulay

Infrastruktur merupakan salah satu dari 5 prioritas pembangunan Kabupaten Mandailing Natal di samping pendidikan, kesehatan, pangan dan ketenagakerjaan. Salah satu wujud infrastruktur adalah jembatan di atas sungai. Jembatan sbg penghubung dua daerah atau desa yg dipisahkan oleh sungai.

Apabila tidak ada jembatan maka perpindahan orang atau barang menjadi lebih sulit dan lebih mahal karena harus melalui desa yg lain yg memiliki jembatan berputar menuju desa seberang. Atau harus memakai rakit yg bisa berbahaya terhadap keselamatan jiwa.

Desa Kampung Baru dan desa Simanondong adalah dua desa di kecamatan Panyabungan Utara yg secara geografis sangat berdekatan tetapi dipisahkan oleh sungai Batang Gadis. Kedua desa tersebut pernah dihubungkan oleh sebuah jembatan rambin.

Jembatan Rambin di Foto Tahun 2019 lalu/ Dokumen MP.

Namun sekitar 10 tahun belakangan ini jembatan rambin itu mengalami kerusakan sehingga arus perpindahan orang dan barang menjadi terganggu. Perpindahan orang atau barang dari desa Kampung Baru ke desa Simanondong atau sebaliknya harus melalui desa Jambur Padang Matinggi sehingga membuat biaya bertambah mahal.

Atau bisa langsung melalui rakit tapi ini sangat membahayakan jiwa. Dan sudah pernah menelan korban jiwa akibat rakit terjungkal ketika melewati sungai yg berbahaya tersebut

Keberadaan jembatan rambin ini tidak jauh dari ibukota Panyabungan. Tentunya informasi kerusakan jembatan ini pasti diketahui oleh para pejabat penting Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal termasuk bapak Bupati dan bapak Camat Panyabungan Utara.

Rakit yang pernah terjungkal beberapa waktu lalu

Namun kenapa selama 10 tahun jembatan rambin tersebut tidak pernah menjadi prioritas perbaikan ? Bukankah rakyat desa Kampung Baru dan desa Simanondong juga adalah pemilik sah negeri Mandailing Natal ?

Setelah melalui penelusuran mendalam ternyata pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR telah pernah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 2,9 milyar untuk proyek Pembangunan Jembatan Gantung Di Kampung Baru kecamatan Panyabungan Utara pada tahun 2018 yg pemenang tendernya PT Wiela Karya Sejahtera alamat desa Tamiang Kotanopan dengan nilai penawaran Rp. 2,7 milyar.

Namun kenapa perbaikan jembatan rambin tersebut tidak terselesaikan ? Sungguh ini telah mempermalukan Kabupaten Mandailing Natal di mata pemerintah pusat terutama Kementerian PUPR.

Ternyata walau tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya perusahaan PT Wiela Karya Sejahtera tidak pernah terdengar dikenakan black list. Sebagian besar masyarakat tahu benar PT Wiela Karya Sejahtera tersebut Grup Bisnis yg sudah sangat mapan.

Tentunya anggaran negara baik APBN maupun APBD dipergunakan utk kesejahteraan rakyat termasuk rakyat desa Kampung Baru dan desa Simanondong.

Bila dana APBN tahun 2018 tersebut tidak bisa diselesaikan maka adalah menjadi tanda tanya besar kenapa APBD Kabupaten Mandailing Natal tidak mengalokasikan anggaran yg kebutuhannya hanya Rp. 3 milyar.

Jauh lebih kecil daripada dana yg dibutuhkan utk membangun taman raja batu atau tapian siri-siri yg tingkat urgensinya sangat jauh di bawah urgensi jembatan rambin penghubung desa Kampung Baru-desa Simanondong tersebut.

Dari kenyataan ini bisa kita nilai betapa buruknya kualitas perencanaan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Mandailing Natal yg disahkan dalam KUA-PPAS (kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara) dari tahun ke tahun.

Termasuk di APBD TA 2021 juga anggarannya tidak dialokasikan. Rakyat desa Kampung Baru dan desa Simanondong masih harus mengelus dada melihat anggaran APBD TA 2021 yg berjumlah sekitar 1,7 trilyun tersebut dipergunakan di desa lain.

Wassalam

Catatan :

Kepala Dinas PUPR Madina Subuki Nasution, mengatakan bahwa pihaknya selama di PU tidak pernah menganggarkan.

” Semenjak kami di PU lagi blom pernah kita menganggarkan,” ujar Kadis PUPR Madina Subuki Nasution Via WhatsApp ke Redaksi Malintang Pos Group.

Admin. ISKANDAR HASIBUAN

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.