Pemko Sidimpuan Rujuk Balita Gizi Buruk Ke Medan

Mobil Yang Bawal HANIF Saputra, balita usia dua tahun yang menderita gizi buruk, dirujuk dari RSUD Sidimpuan ke RSH Medan

P.SIDIMPUAN(Malintangpos Online): Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) merujuk balita usia dua tahun penderita gizi buruk, Hanif Saputra, ke Rumah Sakit Haji Medan, Jumat (25/10) sore.

            Hanif yang masih diinfus diberangkatkan dengan mengendari ambulance milik RSUD. Didampingi orangtuanya Sawal Saputra dan Nurmaida Lubis beserta pendamping dari Pemko Padangsidimpuan.

            “Dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih spesifik lagi. Semua difasilitasi pemerintah,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemko Padangsidimpuan Nurcahyo Budi Susetyo.

            Berdasarkan surat rujukan diteken dr. Fadillah Harahap, Sp.A, atau dokter yang merawat di RSUD Padangsidimpuan, balita warga Desa Batang Bahal Kec. Sidimpuan Batunadua tersebut didiagnosa mengalami kelainan dan menderita sejumlah penyakit.

            Kelainan tersebut seperti berat badan tidak sesuai usia. Sedangkan sakit yang dideritanya antara lain kejang tanpa demam, gizi buruk tipe marasmus, celebral palsy dan gejala epilepsi.

HANIF Saputra, balita usia dua tahun

Berdasarkan penelusuran di berbagai website, gizi buruk tipe marasmus adalah suatu keadaan dimana pemberian makanan tidak cukup atau higiene yang jelek.

            Celebral palsy adalah gangguan sekelompok kondisi yang mempengaruhi otot dan syaraf. Penyakit ini bukan bawaan, tetapi dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir.

            Sehari sebelumnya, kepada Wakil Wali Kota Arwin Siregar dan Pj. Sekda Kota Letnan Dalimunthe, orangtua Hanif bercerita bahwa semua berawal dari anak mereka mengalami demam tinggi hingga tak sadarkan diri. Saat itu usianya sekitar tiga minggu.

            Kemudian  dibawa ke RSUD dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan.Setelah berangsur pulih, Hanif yang dirawat dengan pembiayaan BPJS Kesehatan, diperbolehkan pulang. Namun dokter meminta agar rutin dilakukan kontrol kesehatan.

            Tetapi karena kendala ekonomi dan mahalnya obat yang di luar tanggungan BPJS, akhirnya balita itu tidak rutin dibawa berobat lanjutan. Akibat sakit yang dideritanya, Hanif tidak mau makan dan sering sakit. Orangtuanya pasrah dengan keadaan anak mereka dan hingga saat ini dalam kondisi yang sangat meperihatinkan.

            “Hanif sudah dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan. Mohon doa dan dukungan kita semua agar perobatannya lancar dan sehat seperti anak balita pada umumnya ,” pinta Kabag Humas dan Protokol Pemko Sidimpuan(SS/Red)

 

 

Liputan :SS

Admin   : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.