Pemuda Pancasila: Kelayakan Operasi PT SMGP Patut Dipertanyakan.

Akhmad Arjun Nasution

PANYABUNGAN(Malintangpos Online):  Insiden kebakaran hebat di Welpad A dalam proyek PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Sorik Marapi yang dikelola PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) hari ini, menuai komentar pedas dari sejumlah elemen masyarakat.

“PT SMGP terus saja berulah dengan sederet masalah krusial yang membuat nyawa masyarakat terancam. Kelayakan beroperasi PT.SMGP patut dipertanyakan. Kita minta kementerian ESDM bersikap tegas untuk menghentikan serta menutup operasional PT SMGP untuk sementara waktu, demi nyawa dan keselamatan rakyat. ” tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab Madina Akhmad Arjun Nasution kepada Pers ketika dimintai komentarnya terkait kejadian kebakaran di PT SMGP.

Akhmad Arjun yang didampingi pengurus Zainal Arifin Simbolon, Ade Mahyuddin, SH, Al- Hasan Nasution, S.Pd, Roni PS Nasution, Khairil Amri, SH mengatakan kejadian kebakaran hebat dengan asap hitam yang mengepul ke langit telah membuat masyarakat ketakutan luar biasa dan waswas, bahkan masyarakat terpaksa berlarian dan mengungsi kelapangan bola Desa Sibanggor Julu karna khawatir nyawa mereka terancam.

“Akibat keteloran berulang ini, PT SMGP telah nyata menampar keras wajah kementerian ESDM serta memperburuk citra pemerintah pusat dalam kampanye konversi energi baru terbarukan panas bumi yang konon katanya ramah lingkungan dan jauh dari marabahaya. Jadi sangat wajar, PT SMGP dievaluasi dan ditutup sementara waktu untuk perbaikan secara totalitas baik manegemen, kwalitas SDM, SOP dll” tegas Arjun yang mantan anggota DPRD Kab Madina ini.

Foto Oliando Batubara

Dijelaskan, masyarakat Sibanggor sampai saat ini masih mengalami traumatik berkepanjangan akibat gas beracun H2S PT SMGP telah menelan 5 nyawa masyarakat tak berdosa, namun tak kunjung ada penetapan tersangka dalam kasus hukum tersebut.

“PT SMGP terkesan arogan dan tak aspiratif dengan situasi psycologis masyarakat, malah terus saja beroperasi sehingga terkesan tidak memperdulikan keselamatan masyarakat” ujar Arjun.

Aturan terkait regulasi panas bumi (geothermal) jelas Arjun harus mengedepankan SOP yang super ketat penuh kewaspadaan dan standard baku yang berlaku karna sangat beresiko demi keselamatan dan nyawa rakyat yang nota bene harus dijadikan sebagai hukum tertinggi.

Menurut kajian Pemuda Pancasila, sejak keberadaan PT SMGP yang diakuisisi oleh KS Orka Renewables, PTE, Ltd telah dipertanyakan publik tentang jejak rekam (track record), pengalaman dan profesionalisme. Bahkan dinilai belum memberikan dampak positif secara signifikan dan kontribusi kesejahteraan bagi masyarakat Madina.

Bahkan, yang ada hanyalah daftar panjang betapa amburadulnya management PT SMGP yang sarat masalah, pelanggaran SOP secara berulang, adanya bibit potensi konflik sosial, indikasi perusakan kelestarian lingkungan (keselamatan hutan, pencemaran air, perusakan konstruksi tanah untuk lahan pertanian dan perkebunan), dugaan manipulasi ganti rugi lahan, management perusahaan yang dinilai sembrono, arogan dan eksklusif, adanya intimidasi kepada warga, bahkan aktivitas perusahaan yang dinilai membahayakan keselamatan rakyat karna sangat dekat pemukiman warga, tidak menghargai kearifan lokal bahkan telah berujung kepada kematian warga yang tak berdosa akibat gas beracun H2S serta sejumlah persoalan krusial lainnya yang mengancam keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat Madina.

Bahkan ujar Arjun, akibat SOP yang dinilai sangat buruk dan kesalahan yang fatal dilakukan secara berulang ulang sehingga membahayakan nyawa manusia. Secara organisasi, MPC Pemuda Pancasila mendesak Kementerian ESDM harus menjatuhkan sanksi kepada PT SMGP.

“Penghentian sementara aktivitas PT SMGP untuk perbaikan secara totalitas, saya fikir adalah jawaban paling logis atas kelalaian berulanh dan pantas mereka terima ditilik dari segi hukum, administrasi, lingkungan dan keadilan publik” tegasnya.

Bahkan hasil investigasi Pemuda Pancasila, menemukan tuntutan warga terdampak di WKP belum sepenuhnya terselesaikan dengan baik baik biaya perawatan, ganti rugi lahan pertanian di Welpad T, kompensasi traumatik dan lain lain.
“Kita akan menyuarakan penutupan sementara PT SMGP, demi keselamatan rakyat. Dan agar masyarakat merasa nyaman dan tidak menjadi “tamu di rumah sendiri”. Masyarakat harus diberikan jaminan keselamatan, bukan malah dihantui ketakutan” tutup Arjun(Rel)

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.