Pendidikan Kita “ Peran Guru dan Orangtua” Oleh : Muhammad Andre Syahbana Siregar

Muhammad Andre Syahbana Siregar

Pendidikan merupakan sebuah tanggung jawab yang besar bagi seorang guru, mereka bagaikan mesin penggerak negara di masa mendatang. Dari tangan sederhana yang mereka miliki pula lah, akan lahir para cendikiawan, akademisi, politikus, dan lain-lain. Karenanya, memajukan pendidikan dalam sebuah negara merupakan amanah yang sangat besar bagi seorang guru. Tanggung jawab bangsa berada dipundak mereka para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Para guru mengajarkan tentang sarat makna sebuah pendidikan. Mereka biasanya akan mengenalkan kepada siswa-siswanya mengenai sebuah proses penemuan jati diri manusia agar kelak nantinya, mereka menjadi seseorang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, seorang guru tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kecakapan intelektual para peserta didik saja, seorang guru juga harus mampu membentuk karakter dari masing-masing peserta didiknya.

Guru memberikan sebuah bimbingan sekaligus arahan kepada tiap-tiap peserta didik sebagai upaya membangun kedewasaan dan kematangan anak didiknya. Terutama dalam pikiran dan tindakan. Harapannya adalah, mereka mampu melaksanakan tugas hidup dengan baik tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain (menjadi pribadi yang mandiri), sekaligus memiliki wawasan yang mumpuni (dengan menanamkan nilai-nilai berpikir kritis). Dengan kesemuanya itu maka diharapkan akan lahir generasi muda yang matang dalam berkepribadian serta cakap dalam berpikir.

Fungsi dan Tujuan Pendidikan

Arif (2006) menjelaskan mengenai fungsi pendidikan sebenarnya adalah “menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan dapat berjalan lancar, baik secara struktural, maupun secara institusional. Secara struktural menuntut terwujudnya struktur organisasi yang mengatur jalannya proses kependidikan. Secara institusional mengandung implikasi bahwa proses kependidikan yang terjadi dalam struktur organisasi itu dilembagakan untuk lebih menjamin proses pendidikan itu berjalan secara konsisten dan berkesinambungan mengikuti kebutuhan dan perkembangan manusia yang cenderung ke arah tingkat kemampuan yang optimal”.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Dalam artian, tujuan pendidikan nasional telah membuka keran untuk manusia mengembangkan kualitas sumber daya yang terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya membentuk manusia seutuhnya. Paulo Ferreira menyebutkan bahwa esensi dari pendidikan yaitu “memanusiakan manusia”.

Dalam sebuah pendidikan telah terbangun sebuah sistem yang diisi dari berbagai macam komponen. Sulaiman (2015) menyebutkan komponen berbagai komponen itu, dimulai dari pendidik dan peserta didik, tujuan pendidikan, alat pendidikan, serta lingkungan pendidikan.

 Semua komponen tersbut saling berhubungan, saling bergantung, serta saling menentukan satu sama lain, untuk membentuk sistem pendidikan. Ketika semua komponen telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka terlaksanalah fungsi dan tujuan pendidikan itu.

Peran Orang Tua

Anak didik atau peserta didik semuanya menjadi salah satu sub sistem dalam sistem pendidikan. Keberadaan peserta didik dalam sistem pendidikan merupakan hal yang mutlak untuk berlangsungnya aktivitas  pendidikan. Tanpa peserta didik, pendidikan tidak mungkin berjalan, sebab tidak ada gunanya guru tanpa anak didik.

 Disamping, sebagai objek pada pendidikan, peserta didik juga merupakan subjek pendidikan. Sehingga kehadiran mereka adalah salah satu hal vital dalam terlaksananya pendidikan.

Walapun demikian, kesuksesan yang kelak nantinya mereka raih, bukanlah merupakan peran dari seorang guru semata wayang, melainkan keberhasilan mereka menjadi tanggung jawab guru dan orang tua. Sinergitas yang telah dibangun kepada pihak orang tua, ataupun wali dari masing-masing peserta didik, yang diharapkan dapat terus mengontrol mengenai perjalanan dari setiap perkembangan bakat dan minat para peserta didik.

Namun sangat disayangkan, miskonsepsi itu kerap kali muncul pada di pelbagai bangku sekolah, tidak jarang para orang tua sering melepas anaknya begitu saja. Memberikan tanggung jawab penuh kepada pihak sekolah. Tanpa memantau proses perkembangan belajar anak.

Tentu, hal ini akan menimbulkan problematika baru. Alhasil, orang tua hanya akan melewatkan sebuah proses perjalanan berharga itu. Perjalanan si anak dalam mencapai pendidikan. Sudah seyogianya, masa berproses dalam kursi pendidikan dihadapkan pada perhatian orang tua. Memberikan kontrol pendidikan anak dari rumah tentu sangat berguna, ditambah lagi dewasa ini kita dihadapkan pada pandemi, yang membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dari rumah. Ini merupakan momen penting ketika orangtua menjadi bahagian langsung dalam peningkatan kepeduliannya terhadap perjalanan pendidikan si anak. Tentu juga, akan mendorong mereka dalam meningkatkan gairah belajar.

Langgulung (1995) menjelaskan bahwa “orang tua mempunyai kewajiban kepada anaknya, salah satunya bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain dalam masyarakat yang berusaha menyadarkan dan memelihara kanak-kanak dan remaja dari segi kesehatan, akhlak dan sosial”. Sehingga dapat dikatakan sinergitas antar sekolah, guru, dan orang tua harus tetap terjaga. Sebab, bagaimanapun tanggung jawab si terdidik tetap berada pada pendidik kodrati yaitu orangtua.

Maka dari itu, para pelaku pendidikan kiranya menyadari betul, betapa pentingnya peran keluarga dalam pendidikan seorang anak. Tempat tinggal mereka merupakan tempahan awal untuk mereka mendapatkan pendidikan menjadi insan yang berguna. Keluarga adalah rumah pendidikan pertama.

Penulis merupakan Tenaga Pendidik di MAN 1 Mandailing Natal,

 serta aktif pada kegiatan literasi Komunitas WeRead

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.