Pengembangan Kawasan Danau Toba Libatkan Kabupaten Penyangga

Senin (21/6) berlangsung pembukaan FGD Penulisan Ensiklopedia Kawasan Danau Toba di Hotel Karibia Boutique Medan. Kegiatan itu dihadiri oleh 20 orang penullis, peneliti, budayawan, akademisi, dan jurnalis di Sumatera Utara dan Aceh.

Secara keilmuan, FGD itu dipimpin oleh Prof. Robert Silaban, dosen FIB USU.

Acara dibuka oleh kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh dan Sumatera Utara, ibu Irini Dewi Wanti, S.S, M.SP. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari program enam Pembangunan Super Perioritas Nasional. Salah satunya adalah Super Prioritas Kawasan Danau Toba.

Penulis Askolani Nasution

Kawasan Danau Toba bukan sebatas objek wisata Danau Toba saja, tetapi termasuk objek wisata dan budaya kawasan pendamping. Termasuk di dalamnya Angkola dan Mandailing Natal.

Karena itu, kegiatan itu juga melibatkan para peneliti dan penulis dari Angkola-Mandailing. Dari Mandailing diwakili oleh Askolani Nasution, dari Angkola diwakili oleh Tikwan Raya Siregar dan Asharuddin Hutasuhut.

Sebagai koordinator Angkola-Mandailing ditunjuk Nasrul Hamdany Harahap, staf di BPNB Aceh.

Tim ini menyusun 500 entri yang berkaitan dengan lima entnis kawasan Danau Toba, yakni Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Angkola Mandailing.

Setiap orang bertugas melakukan penelitian rata-rata 25-50 entri wisata dan budaya daerahnya.

Setiap entri sekurang-kurangnya dinarasikan dalam 300-400 karakter, atau setara dengan satu halaman kuarto MS Word.

Kenapa sebuah ensiklopedia penting? Selama ini destinasi wisata kita hanya menyuguhkan antraksi saja, bahkan ada yang minim kemasan budaya.

Karena itu wisatawan seharusnya bisa segera mengakses berbagai khazanah wisata dan budaya daerah itu dengan mudah. Tidak mesti tanya sana-sini, tetapi dapat aksestabel.

Menyadari itu, Ensiklopedia Kawasan Dana Toba nanti akan dikembangkan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Tentu disertai gambar dan konten yang komprehensip.

Destinasi wisata dari Kawasan Mandailing Natal diwakili oleh Candi Simangambat dan Sungai Batang Gadis.

Pemilihan Sungai Batang Gadis karena sungai ini melintasi nyaris seluruh wilayah Mandailing Natal. Karena itu sentuhan peradabannya juga lebih luas(Askolani Nasution)

Penulis : Askolani Nasution.

Admin : Iskandar Hasibua.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.