
Masyarakat Mandailing Natal, kalau ingat Pernyataan H.Amru Daulay,SH, saat Pertama sekali menyaksikan Acara Karnaval di Kota Panyabungan, sempat berkata ” Rasa Nasionalisme Warga Madina Sangat Tinggi “ harus kita hargai dan kita berikan Penghargaan yang sesuai dengan jerih payah masyarakat.
Maksudnya..? Bupati / Wakil Bupati, 40 Anggota DPRD Mandailing Natal, terkhusus Panitia HUT Ke – 80 RI, harus jujur mulai dari TK,SD.SMP/SLTP, SMA/SMK/MA,masyarakat Umum, pasti memgeluarkan biaya yg cukup tinggi jika ikut barisan Karnaval.

Begitu juga dengan Barisan Deville dan Drum Band, yang dipastikan minimal latihan 2 Minggu, harga pakean ratusan ribu rupiah harus keluar dari kantong orangtua, baik yg miskin dan kaya.
Sayangnya, lihat langsung hari Karnaval, Sabtu(16/8) meskipun Jalan Merdeka dan Jalan Willem Iskander Kota Panyabungan, ribuan dan mungkin puluhan ribu orang memadati pusat Kota Panyabungan, untuk menyaksikan Karnaval.

Pastiiii.!!!! Panitia HUT Ke – 80 RI Tingkat Kabupaten Madina, kurang MENGHARGAI Jerih payah masyarakat yang anaknya ikut sebagai peserta Karnaval dan Drum Band di kegiatan Karnaval dsn Drum Band.

Alasannya..? Latihan saja lebih 2 minggu, ketika barisan peserta lewat di Panggung Kehormatan, oleh Panitia kurang menghargai peserta, sebab waktu tidak diberikan untuk ataraksi ( Bersambung Terus)
Admin : Iskandar Hasibuan.








