
Perbincangan Pertambangan Emas Tanpa Izin diwilayah Mandailing Natal, terus Menggelinding dan Tetap menjadi Trending Topick, tidak saja di Kedai Kopi, hingga kalangan Elit dan Pejabat terus menjadi Topick Pembahasan yang sangat serius setiap harinya.
Apalagi, kita tahu persis dan mengetahui, bahwa Bekas tambang di Indonesia sangatlah luas, termasuk di 12 Kematan di Mandailing Natal, mengingat memang banyak sekali lokasi Tambang dengan hasil Tambang yang melimpah.
Tidak heran jika banyak bekas tambang yang sudah tidak digunakan lagi di beberapa daerah. Pemerintah pada tahun 2019 lalu memiliki rencana untuk mereklamasi lahan bekas tambang, menjadi kawasan berwawasan lingkungan yang berdampak positif bagi banyak kalangan.

Memang, Tidak hanya bertujuan untuk pemulihan lahan saja, kegiatan reklamasi pada daerah-daerah bekas tambang juga bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dan kehidupan sosial lingkungan sekitar pasca ditutupnya kegiatan penambangan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menyulap lahan bekas tambang menjadi lokasi yang Kegiatan reklamasi untuk lokasi bekas tambang dapat dilakukan dengan beberapa upaya.
Adapun upaya reklamasi untuk menyulap bekas tambang menjadi kawasan berwawasan lingkungan adalah sebagai berikut ini, Revegetasi Tanaman Lokal,
Area bekas tambang, umumnya akan bersifat gersang karena dampak dari kegiatan pertambangan.

Hal tersebut tentu saja membuat tanaman akan sulit tumbuh, sehingga menjadikan lahan tersebut kritis.
Namun untuk mengatasi hal tersebut, sangat perlu dilakukan revegetasi tanaman lokal.
Mengapa harus tanaman lokal? Pasalnya, tanaman lokal akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, sehingga persentase keberhasilan revegetasi jauh lebih besar daripada jenis tanaman lainnya.
Tak hanya itu saja, dengan menggunakan tanaman lokal, juga merupakan upaya untuk menjaga serta melestarikan keanekaragaman hayati.
Bersinergi dengan Alam,Rehabilitasi lahan bekas tambang dengan mengkombinasikan usaha manusia dengan kekuatan alam, akan menjadi sinergi yang sangat bagus dan menguntungkan.

Terutama untuk area-area bekas tambang yang sudah tidak sama dengan area sebelum adanya kegiatan penambangan.
Mengapa harus menggunakan konsep ini? Karena lahan yang digunakan untuk tambang sebenarnya adalah area hutan dalam bentuk pinjam pakai, sehingga konsep ini dirasa sangat cocok.
Lahan yang digunakan sebagai penambangan dapat diperbaiki dengan cara mengolah kualitas tanahnya, sehingga kembali seperti semula meskipun tidak akan sesempurna sebelumnya.
Cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan menanam buah-buahan dengan tujuan untuk mengundang aneka satwa, seperti burung dan kelelawar.
Satwa tersebut diharapkan dapat menyebarkan benih-benih hingga dapat tumbuh di daerah bekas tambang.

Memanfaatkan Mikroorganisme
Anda pasti tahu, mikroorganisme yang dapat membantu menyuburkan tanah adalah bakteri dan fungi.
Melalui kedua mikroorganisme tersebut, ekosistem tanah dapat diperbaiki dengan cepat, sehingga lingkungan tambang dapat kembali seperti semula.
Beberapa fungsi ternyata juga dapat membantu membentuk asosiasi ektotropik dalam sistem perakaran pohon yang tumbuh di hutan.

Tentunya upaya ini sangat bagus dan patut dicoba, karena mikroorganisme memiliki banyak keistimewaan, termasuk gampang beradaptasi dan memiliki kemampuan untuk mengurai bahan organik serta membantu proses pembekuan mineral yang ada di dalam tanah.( Bersambung Terus).
Admin : Iskandar Hasibuan.








