
RANTOBI(Malintangpos Online): Ratusan KK Warga Desa Rantobi Kec.Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal, mengharapkan Kapolda Sumut,Irjen.Pol. Wisnu untuk segera turun tangan melakukan Penertiban aktivitas PETI diwilayah Batang Natal, yang sekarang ini banyak beroperasi malam hari.
” Suara alat berat itu meraung – raung setiap malam di Dusun Batu Marsaong, Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal,” Ujar Nasution warga Kec.Batang Natal, Senin Pagi(29/12) dari Pasar Muarasoma.
Kata Nasution, Alat berat yang beroperasi mengeruk sedimen sekitar aliran Sungai(Aek) Batang Natal, untuk mangambil material pasir mengandung emas.

” itu milik inisial L dan F. Mereka sudah beroperasi lama tanpa tersentuh penegak hukum ,” kata Nasution yang selalu bersuara menolak aktifitas tambang di Desa nya.
Nasution mengaku, pihak kepolisian dari Polsek Batang Natal sebenarnya tau masalah ini. Namun mereka lebih memilih bungkam.
Dikatakannya, lokasi beroperasinya tambang emas ilegal ini kan kelihatan dari pinggir jalan, jadi naif kalau polisi tidak melihat.

” Bahkan mereka kerap duduk diwarung kopi yang tidak jauh dari lokasi tambang. Jadi memang tidak ada alasan lagi , memang dilakukan pembiaran oleh aparat penegak hukum,” Ujar Nasution.

Kepala Desa Rantobi Fajaruddin Nasution dan Kapolsek Batang Natal,AKP.Hendra Siahaan yang kerap dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp pun bungkam.
Bungkamnya Kepala Desa dan Kapolsek Batang Natal, justru menambah kecurigaan dugaan keterlibatan mereka, dalam hal pembiaran aktifitas tambang emas ilegal di daerahnya(Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








