
PANABARI(Malintangpos Online): Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Merpati Putih Tabagsel dan Warga Kabupaten Tapanuli Selatan & Mandailing Natal, mendesak Kapolda Sumatera Utara, agar segera melakukan penyelidikan terkait adanya informasi ditengah – tengah masyarakat Kecamatan Siabu, bahwa ada yang meninggal dunia dilokasi PETI( Pertambangan Emas Tanpa Izin ) disekitar daerah Panabari Huta Tonga Kec.Tano Tombangan Angkola berinisial Rizal warga Desa Pintu Padang Jae Kecamatan Siabu.
” Korban yang diduga ber Aktivitas PETI diwilayah Tapsel – Madina, inisial Rizal warga Desa Pintu Padang Jae Kec.Siabu dan Tokenya warga yang sama dan dimakamkan diwilayah Pasaman Kampung istiri Almarhum,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel, Senin(10/08) di Gedung DPRD Madina di Panyabungan.
Menurut Khairunnisyah, bisa jadi meninggalnya Rizal tidak dilaporkan Toke Tambang kepada Polsek Batang Angkola ataupun Polsek Siabu, untuk menutupi kasus tersebut dari Aparat Penegak Hukum di dua Kabupaten itu.
Alasannya..? Semua orang atau keluarga Rizal pasti mengetahui bahwa dia meninggal ( Rizal Red) di daerah PETI Panabari Tapsel, sebab ada kawannya yang juga bekerja di daerahitu
Informasi dari Syawaluddin, warga Desa Hutabaringin yang merupakan teman sekaligus mitra kerja korban, menyebutkan bahwa korban dalam beberapa waktu terakhir diketahui bekerja di lokasi pertambangan Panabari.
Menurut Syawaluddin, berdasarkan informasi dari istri korban, Leni Marlina, pihak BPD Desa Pintu Padang Jae, sebelumnya menyampaikan kepada keluarga bahwa korban mengalami sakit di Padangsidimpuan.
Namun, dalam informasi berikutnya, keluarga menerima kabar bahwa korban diduga tertimpa material longsor di lokasi pertambangan.
Dan Jenazah Rizal, kemudian dibawa ke Jorong Air Balam, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, dan tiba sekitar pukul 06.00 WIB pada Minggu (9/8/2026).
Masih kata Syawal, Setelah mendapat persetujuan istri dan anak korban, jenazah kemudian dimakamkan. Biaya pemakaman disebut telah disepakati ditanggung oleh pihak pemilik alat berat.
Bahkan, Syawaluddin juga mengaku ikut dalam proses pengantaran jenazah korban menuju Sumatera Barat untuk dimakamkan.
Karena itu, kita dari LSM.Merpati Putih Tabagsel, mengharapkan kepada Kapolda Sumut, untuk menurunkan Tim melakukan penyelidikan, yang dimulai dari pemilik Ekscavator/ Tokenya.
Untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang, Wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kapolsek Batang Angkola Kab.Tapsel, terkait dugaan adanya korban meninggal dunia di kawasan pertambangan Panabari.
Konfirmasi yang dimintakan meliputi apakah kepolisian menerima laporan kejadian, waktu dan lokasi peristiwa, identitas korban, dugaan penyebab kematian, pemeriksaan lokasi, serta langkah hukum terhadap aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin.
Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Kapolsek Batang Angkola terkait peristiwa tersebut.
Dengan demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan, termasuk apakah berkaitan dengan longsor, kecelakaan kerja, atau faktor lainnya.
Informasi tersebut masih menunggu verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang( Isk)
Admin : Iskandar Hasibuan.








