Politik Identitas

Penulis :Bintang Rosada/Dokumen(

INDONESIA  adalah Negara yang kaya akan ras, suku, agama, budaya, adat-istiadat, bahasa, bahkan peninggalan nenek moyang yang masih melekat di daerah-daerah pedalaman berupa mitologi-mitologi klasik yang diyakini sebagai acuan hidup yang harus diyakini dan dijalankan oleh setiap orang yang meyakininya.

Beberapa persoalan yang bersandingan langsung tentang keanekaragaman ras, suku, agama, budaya, adat-istiadat, dan bahasa, tak jarang akan memantik polemik berkepanjangan.

Tak jarang tumpah darah terjadi karena gesekan yang didasari oleh identitas seseorang.

perbedaan identitas yang ada di Indonesia dapat menjadi kekuatan di satu waktu, akan tetapi juga dapat menjadi perpecahan di waktu lain jika tidak diintegrasikan dengan semboyan bhineka tunggal ika.

Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara yang membentuk dan menanamkan tentang keberagaman kepada masyarakat agar tidak memicu konflik, karena pada dasarnya setiap identitas ingin menunjukkan keeksistensian akan kelompoknya.

Maka dari itu, dengan Bhineka Tunggal Ika memahamkan akan tiap-tiap kelompok mempunyai kelemahan dan kelebihan, guna untuk saling melengkapi dan menerima setiap perbedaan dari kelompok lain.

Seiring berjalannya waktu kemerdekaaan Indonesia berganti arah dari terpimpin, parlementer sampai pada demokrasi pancasila.

Politik identitas tak ayal menjadi sebuah alat politik untuk menunjukkan jati diri kelompok tertentu, beberapa bahkan dieksploitasi dan dikapitalisasi oleh elit seperti konsultan politik, anggota parpol, tim sukses untuk menyebarkan berbagai isu yang dapat dijadikan keuntungan bagi kelompoknya dan kerugian bagi kelompok lain, terutama apabila politik didentitas disandingkan dengan dalih agama, sudah pasti akan mengembangkan perpecahan antara semangat nasionalisme dengan keagamaan di Indonesia.

Ketidakmampuan pemerintah dalam menyelenggarakan kepemimpinan yang adil dan bijaksana, ditambah lagi dengan sifat ingin memiliki kekuasaan semata menjadikan politik identitas sebagai alat mendapatkan simpati rakyat dan ajang perebutan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

Hal tersebut diperparah dengan kehadiran media yang menggiring opini publik, sehingga masyarakat menyerap isu tanpa rasonalitas yang berujung pada berita hoaks yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Hal tersebut justru dapat menciptakan kekisruhan dan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Politik identitas bukanlah isapan jempol belaka, bahkan sudah menyebar keseluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dalam pemerintahan Negara semata, tetapi merambah pada lembaga-lembaga kecil yang bernaung di desa maupun kota.

Tak jarang kita lihat beberapa jabatan penting diduduki oleh sebuah dinasti yang merupakan satu kelompok tertentu, sebut saja di tahun 2013, Indonesia dihebohkan dengan penangkapan gubernur perempuan pertama di Indonesia oleh KPK, Ratu Atut Chosiyah.

Beberapa kursi legislatif diduduki oleh adik kandung, ipar, anak, hingga menantunya. Beberapa media meliput tentang bagaimana kiprah Ratu Atut Chosiyah dan keluarganya dalam menduduki jabatan penting sehingga membentuk dinasti Atut di Bnaten.

Hal tersebut pula tidak terlepas dari pengaruh ayahnya Tubagus Chasan Sochib yang diembeli dengan identitas pejuang dan pengusaha.

Beberapa politik identitas justru banyak merugikan pihak lain, terutama di dunia pekerjaaan. Banyak pekerjaan didapat bedasarkan kesamaan identitas yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk mempertahankan kelompoknya.

Nilai tinggi yang tertera pada ijazah, prestasi yang didapatkan, kreativitas yang dimiliki seseorang hanya akan menjadi sebuah tulisan belaka, ketika politik identitas lebih dikedepankan.

Dengan kata lain, politik identitas menjadi sebuah pemersatu yang memecah belah jika ditunggangi oleh pihak-pihak dengan niat tertentu.( Bintang Rosada)

Penulis : Bintang Rosada Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal

Admin : Dita Risky Saputri SKM.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.