Program 1 Desa 1 Perawat Perlu di Madina

Masukan Buat Bupati Madina
 
MEDAN(Malintangpos Online):”Sebenarnya banyak masukan dan ide yang ingin kami sampaikan kepada Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution,tapi kami takut Bupati ngak mau meresfonnya karena kami masih Mahasiswa,”ujar Nurbaijah Mahasiswa di Universitas Sumatera Utara asal Kecamatan Siabu.
            Masukan apa itu..? setelah kami membaca Malintangpos Online terkait dengan manfaat bunga Tahi Ayam dan Lavender untuk mengurangi endemis malaria, kami juga tetap memberikan masukan kepada Bupati untuk membuat Program (Satu) 1 Desa ( Satu) 1 Perawat yang anggarannya dialokasikan deprogram Dana Desa(DD) Tahun 2017 seperti yang dilakukan oleh berbagai Kabupaten/Kota diwilayah Provinsi yang ada di Kalimantan.
            “Kalau ngak salah PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesia) di Kabupaten Mandailing Natal sudah ada, Cuma siapa Ketuanya kami ngak tau dan PPNI yang ada di daerah kita harusnya membuat program tersebut, sebab sangat bermanfaat untuk masyarakat kita yang ada di Bumi Gordang Sambilan,” kata Nurbaijah kepada Wartawan Malintangpos Online,Kamis(02-02) di Halaman Universitas Sumatera Utara.
            Disampaikan Nurbaijah, untuk mewujudkan program tersebut tidak sulit, karena di desa ada anggaran ADD untuk kesehatan. Dana ini bisa dialokasikan untuk mendukung program satu desa satu perawat maka tujuan yang selama ini pemerintah wujudkan dalam bidang kesehatan bisa terwujud.
Kata dia, Selain mendukung program pemerintah, program satu desa satu perawat juga bisa mengamodir dan memberdayakan lulusan tenaga perawat yang ada di setiap desa di Mandailing Natal,Tugas perawat di desa ini lanjut dia, akan beriringan dengan bidan yang ada di desa.
“Saya kira kalau ada perawat di tiap desa, maka tugas mereka bisa memberikan pemahaman pola hidup sehat bisa terwujud, karena perawat itu door to door ke rumah warga. Kehadiran perawat di desa juga bisa memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat,” kata Nurbaijah lagi.
Persoalannya, ujar M.Sulhaddi Hasibuan Mahasiswa di PTS Medan,mau ngak Bupati maupun Dinas Kesehatan Madina membuat program ini…? Makanya kita dari mahasiswa yang ada di Kota Medan hanya mampu memberikan masukan, sebab mahasiswa selama ini dianggap bupati idenya kurang cemerlang.
Tetapi, ujar M.Sulhaddi, kalau saja Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution mau menerima masukan-masukan kita sangat banyak yang akan kita berikan, tapi itu sajalah dulu kita ajukan walaupun melalui Malintangpos Online, karena mahasiswa sangat berkeyakinan sekali dengan sikap-sikap Bupati yang akan membuat terobosan baru diberbagai sector dan salah satunya masalah Kesehatan dan Pendidikan.
Harapan kami, melalui Malintangpos Online inilah kami memberikan masukan kepada Bupati dan PPNI Madina agar membuat program Satu(1) Desa satu(1) Perawat,sebab sangat membantu untuk kesehatan masyarakat kita dimasa mendatang, tapi dengan catatan pihak DPRD Madina juga harus jemput bola membuat paying hukumnya.
“ Mahasiswa asal Mandailing Natal sangat Optimis langkah-langkah yang akan dibuat oleh Bupati Madina terkait program 1(Satu) Desa 1(Satu) Perawat, kalau ngak sekarang kapan lagi dibuat program itu,” ujar Mahasiswa itu.(red).

Komentar

Komentar Anda

About admin4mp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.