PSU Pilkada Madina 24 April 2021 ” Sukses dan Aman ” (1)

MENYAKSIKAN sidang di Mahkamah Konstitusi(MK) Rabu 19 Mei 2021 Secara Daring dari MK RI banyak masyarakat ” Geleng Kepala ” dengan materi gugatan yang Dimohonkan oleh Dahlan -Aswin melalui Kuasa Hukumnya Janter Manurung,SH,Dkk.

Kenapa rupanya..? Dalam Pernohonan Gugatan yang diuraikan dan disampaikan tampak sekali paslon 02 Dahlan -Aswin ini tidak siap kalah.

Karena, menurut penilaian mereka pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Mandailing Natal, Sumut, Bawaslu Madina dan aparat keamanan berpihak kepada paslon nomor 01–H. Ja’far Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi–pada PSU (pemungutan suara ulang), 24 April 2021.

Karena itulah, paslon nomor 02 Dahlan -Aswin meminta majelis hakim menolkan suara paslon nomor 01 Sukhairi -Atika yang didapat melalui PSU karena diperoleh dengan cara-cara curang ( menurut mereka).

Tak itu saja, Kuasa hukum Dahlan -Aswin. Janter Manurung—pengganti Amin Nasution pada persidangan MK jilid satu– juga meminta majelis hakim MK mendiskualifikasi paslon nomor 01, dan menetapkan suara paslon nomor 02 yang didapat saat PSU sebagai suara sah.

Paslon nomor 02 juga mempersoalkan pencermatan daftar pemilih tetap (DPT) yang dilakukan KPU Madina.

Padahal, pihak penyelenggara hanya mencoret nama-nama yang sudah meninggal dan tidak dikenal dalam DPT pencoblosan 9 Desember 2020. Kegiatan pencermatan juga melibatkan semua pihak terkait, termasuk paslon.

Bahkan, Paslon nomor 02 melalui Kuasa Hukumnya Janter Manurung, menyebutkan adanya ketidak seriusan dan tidak profesionalan pihak KPU, selaku termohon, dalam melaksanakan PSU. “Itu kalau tidak mau dikatakan termohon berpihak pada paslon nomor 01, ”

Menurutnya, banyak pemilik hak su

ara tak dapat menggunakan hak pilih pada PSU, sehingga mempengaruhi perolehan suara pemohon. Sebab ketiga TPS yang diadakan PSU merupakan basis suara pemohon.

Karena itu, kata Janter Manurung, perolehan suara paslon nomor 01 pada PSU tidak sah dan batal demi hukum. Selanjutnya, perolehan suara paslon nomor 02 sah, dan mengikat,” katanya.

Kuasa hukum memohon majelis hakim MK supaya membatalkan dan tidak sah keputusan KPU Madina tentang hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada Madina 2020 yang dimenangkan paslon Ja’far Sukhairi-Atika.

Usai Kuasa Hukum Membacakan, sejumlah masyarakat di Kota Panyabungan dan Desa Kampung Baru Kecamatan Panyabungan Utara Mandailing Natal.

Basis Suara Pemohon di 3 TPS..? Dasarnya apa mengatakan basis 02, untuk kita ketahui bersama khusus 3 TPS dan lebih khusus di 2 TPS di Desa Kampung Baru dilakukan PSU karena ada kecurangan,sehingga suara Paslon 02 ” Bertambah setelah Pencoplosan yang dilakukan oleh oknum tertentu ,sesuai kesaksian dipersidangan MK,” buktinya ada kecurangan dibuat PSU.

Yang menjadi cibiran warga, tuduhan ke Penyelenggara dan Keamanan (Polisi dan TNI) sangat tidak berdasar, sebab dalam sejarah Pesta Demokrasi pada PSU di 3 TPS hadir Bawaslu dan KPU RI, Bawaslu dan KPU Provinsi Sumut, Gubernur Sumut,Kapolda Sumut,Pangdam I/BB dan Personil TNI -AD dan Polisi setiap TPS dikawal ketat ( Bersambung Terus)

 

Admin : Iskandar Hasibuan.

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.