Raja Adat Mompang Siap Bergerak Dukung Patujoloon Mandailing Natal (2)

Sambungan Edisi 1.

Kegiatan tastas nambur (langkah awal) putaran kelima Patuan Mandailing, H Hasanul Arifin Nasution S.Sos dari Bagas Godang Hutasiantar, seperti biasanya diawali kalimat pemangkal hata (pengantar) dalam bahasa Mandailing yang sangat halus.

IPM dan PAD
Di posisi terdepan itu, tentu Madina sudah harus mampu menyelesaikan problem-problem yang sebelumnya membelenggu. Soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia) sudah mesti terdepan, PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah), sudah harus naik.

H.Ivan Iskandar Batubara

Untuk bisa bergerak, apalagi untuk mendapatkan beberapa kali lipat dari PAD 2023 yang nampaknya belum menyentuh angka Rp 100 milyar, butuh banyak terobosan.

Dengan PAD Rp 300 milyar saja, lanjut Patuan Mandailing, APBD pun bisa mencapai Rp 2 trilyun, maka dunia usaha dan pertanian di Madina sudah jauh membaik sehingga lapangan kerja yang terbuka pun akan jauh lebih memadai.

“Namun, untuk sampai ke posisi terdepan itu, tentu Madina butuh energi, tenaga atau SDM yang sangat-sangat besar atau banyak. Bagaimana strategi, program, kegiatan dan caranya agar masyarakat Madina makmur, bahagia lahir-batin?” tanya Patuan Mandailing menggugah.

Dia pun menambahkan sentuhannya, “Karena itulah, harajaon yang terlibat dalam peletakan dasar-dasar pembentukan kabupaten ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Mandailing Natal. Sudah seharusnya kami berinisiatif bikin kegiatan silaturrahmi seperti ini.

Sehingga, masyarakat umumnya memiliki pemahaman yang sama dan pergerakan yang sinergis sehingga memungkinkan untuk sampai ke posisi terdepan itu.

“Bukankah kita yang di sini juga siap berpartisipasi marsialap ari dalam rangka “Patujoloon Mandailing”?” tanyanya.

Lebih jauh lagi, Patuan Mandailing pun menegaskan bahwa kalau hanya silaturrahmi ke Panyabungan Selatan, Siabu, Morsip dan Pakantan yang bisa menjadi motivasi untuk mengambil peran partisipatif, mustahil program kita bisa membawa Madina ke posisi terdepan. Mompang sekitar juga mesti solid dan komit.

Dia bermohin agar tidak ada pihak yang salah paham dengan kegiatan silaturrahmi itu. Itu bukan kerja-kerja politik. Hanya silaturrahmi budaya.

“Jadi, dengan silaturrahmi seperti ini, jangan pula kami atau kita dianggap sebagai tim sukses. Kita punya kepedulian dan inisiatif. Kita sudah ambil peran. Semuanya untuk “Patujoloon Mandailing” secara elegan, bersahaja dan semangat penuh.”

Siap Pasang Badan
Pada sesi dialog, mengemuka pertanyaan terkait dengan peran harajaon di kemudian hari. Bisakah harajaon itu menjadi jembatan atau saluran aspirasi masyarakat?

Menanggapi pertanyaan tajam yang secara khusus diarahkan kepadanya, Baginda Daulat Sori Alam dari Bagas Godang Mompang Jae mengutarakan: “Dalam rangka “Patujoloon Mandailing”, insya-Allah kami siap pasang badan terlibat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, utamanya di luat Mompang ini.”( Bersambung Terus).

Penulis : Ludfan Nasution.S.Sos

Admin : Iskandar Hasibuan.SE.

 

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Perkuat Literasi Keuangan, Pemkab Madina Gelar Edukasi Pasar Modal

    PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Sebagai upaya memperkuat literasi keuangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar edukasi pasar modal di Aula Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, pada Selasa,…

    Read more

    Continue reading
    Polsek Panyabungan Selatan Intensifkan Patroli dan Sambang Warga Untuk Jaga Kamtibmas

    PANYABUNGAN SELATAN(Malintangpos Online): Personel Polsek Panyabungan Selatan, melaksanakan kegiatan patroli dan sambang kepada masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah hukumnya, Senin…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses