Saatnya Pemuda Kembali Ke – Desa

Muhammad Ridwan Pasaribu
Generasi Milenial Madina

Ketika kita berbicara mengenai pembangunan sebuah desa adalah hal yang sangat menarik, karena Desa merupakan harapan kemajuan sebuah bangsa, paradigma yang selama ini terjadi, banyak orang menganggap desa dan masyarakatnya tertinggal, paradigma itulah yang selama ini terbangun dalam pemahaman orang banyak.

Paradigma itu mengamini jika seolah-olah untuk sukses haruslah ke kota besar, paradigma itu harus segera ditinggalkan.

Oleh karena itu membangun sebuah desa adalah harga mati yang harus segera direalisasikan.

Masa sekarang ini gerakan pemberdayaan desa semakin banyak. Gerakan-gerakan tersebut kebanyakan dimotori oleh pemuda.

Kini terlihat sudah kesadaran pemuda akan pentingnya memberdayakan desa yang kita ketahui sesungguhnya memiliki banyak potensi dan kekayaan alam.

Tentunya gerakan-gerakan pemuda ini adalah hal yang menggembirakan bagi kita semua.

Bentuk gerakan yang berorentasi dari desa untuk desa bermacam-macam. Ada yang fokus di bidang pendidikan dan keterampilan.

Gerakan ini berupaya memberikan pendidikan kepada mereka yang tak mampu melanjutkan sekolah dan memberi bekal keterampilan tambahan, yang nantinya bisa menjadi modal membuat sebuah produk yang laku dijual.

Ada pula gerakan yang lebih fokus kepada pendampingan petani-petani di desa. Gerakan macam ke dua ini, mengorganisir petani-petani desa, bahu-membahu mencapai kesejahteraan bersama.

Selain dua contoh di atas, masih banyak lagi macam gerakan pemberdayaan desa yang digawangi para pemuda, seperti gerakan pemuda antinarkoba yang mana memberikan pemahaman terhadap pemuda agar bisa bergaul tanpa narkoba dan menjadikan pemuda yang berakhlak tanpa narkoba.

Atau seperti gerakan yang mencoba menggali potensi desa, seperti memproduksi kopi khas desa tertentu, atau membuat desa pariwisata. Sebagai orang desa, paradigma kita yang harus diubah.

Membangun desa itu bukan dari kota, tapi kebalikannya “membangun kota dari desa” (jadi desa dulu yang harus kita bangun). Desa sudah menyediakan ladang kreativitas luar biasa, kadang kita ingin “instan”.

Sehingga kita terhipnotis oleh angan-angan kebahagiaan semu. Padahal, daya tarik dari kota sebenarnya adalah “penindasan”, kita adalah orang-orang tertindas.

Dan kita tidak sadar meng-“amini” ketertindasan kita dengan nilai-nilai semangat juang; nilai-nilai patuh, takut, malu, menerima, siap grak membuat kita hanya sebagai robot dari para penindas.

Pemuda kebanyakan tenggelam dalam situasi yang menindas, represif, dan tidak mampu lagi menyadari keberadaan dirinya.

Mereka larut dalam iklim penindasan yang masif dan tidak mempunyai partisipasi aktif dalam tiap-tiap masalah yang muncul di tengah masyarakat (desa).

Hari ini kita sudah mengetahui permasalahan yang ada, hari ini kita sudah ketahui bahwa banyaknya potensi yang ada di desa. Namun sampai saat ini kita belum juga sadar akan semua itu, seakan-akan kita tidak tahu dan tidak mau cari tah.

Jadi, penulis mengambil kesimpulan, bahwa hari ini pemuda sangat dibutuhkan untuk membangun desa.

Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan ataupun dalam pengembangan desa.

Jangan malu dengan sarjana kalian, karena sesungguhnya ilmu yang kita dapatkan pada bangku kuliah adalah ilmu yang memang seharusnya untuk disalurkan pada orang banyak, agar lebih berguna dan bermanfaat bagi orang banyak dan khususnya bagi desa tercinta.

Walaupun berbagai gerakan pemberdayaan desa banyak bermunculan seperti dijelaskan di awal tulisan, namun belum merata.

Bahkan mungkin dari beberapa pemuda yang punya kesempatan belajar sampai tingkat universitas, setelah lulus belum banyak yang minat kembali ke desa, dan menjadi sarjana untuk desa.

Kita adalah pemuda desa, dari desa merantau ke kota untuk mencari ilmu.
Maka tak ada salahnya kita kembali ke desa untuk mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan.

“Jangan malu kembali ke desa, karena kita adalah pemuda desa dan desa adalah penyokong keberhasilan negara ini”

 

Penulis : Muhammad Ridwan Pasaribu
Generasi Nilenial Madina

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Sinergitas Penegakan Hukum, Kapolres Tapteng Kunjungi Ketua Pengadilan Negeri Sibolga

    TAPANULI TENGAH(Malintangpos Online): Dalam rangka memperkuat koordinasi antarlembaga penegak hukum, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP M. Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sibolga pada…

    Read more

    Continue reading
    PT.Sorikmas Mining Bantu Mobiler Ke Sejumlah SDN,SMPN dan MDTA di Kecamatan Siabu

    MUARA BATANG ANGKOLA(Malintangpos Online): Humas PT.Sorikmas Mining Ade Hendi, mengutarakan pihaknya menyerakan Bantuan Mobiler kesejumlah Sekolah Dasar(SD), SMP Negeri 07, MDTA diwilayah Desa Muara Batang Angkola, Desa Tanggabosi,Desa Tanjung Sialang…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses