
KOTANOPAN(Malintangpos Online): Warga yang bermukim disekitar Jalan Keliling Pasar Kotanopan Kel.Kotanopan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal,maupun warga yang lewat, Mengeluh dan Resah disebabkan tumpukan Sampah yang sudah menimbulkan bau Busuk.
” Warga mendesak Lurah Kotanopan, Kepala Pasar Kotanopan, Camat Kotanopan dan Wakil Bupati Mandailing Natal, agar bertindak cepat membersihkan Sampah yg sudah membusuk di Jalan Keliling Pasar Kotanopan,” Ujar Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Genta Madina, Chandra Siregar kepada Wartawan di Kantor Camat Kotanopan, Kamis siang ( 12/03).
Kata Chandra, seharusnya Lurah, Ka.Pasar Kotanopan dan Camat Kotanopan, kompok membersihkan Tumpukan Sampah setiap minggunya, agar warga tidak protes dan Wakil Bupati juga harus dihargailah.
Yang buang sampahkan warga..? Tanya Wartawan ” ada benarnya, tetapi melihat sampahnya ada dugaan sampah Pedagang yang jualan setiap hari Sabtu,” ujarnya.

Padahal, Slogan Kotanopan sebagai “Kota Pejuang” Kelurahan Pasar Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, kini kontras dengan pemandangan kumuh yang menghiasi sudut-sudut pasarnya.
” Tumpukan sampah di kawasan Jalan Keliling, Pasar Kotanopan, dilaporkan kian memprihatinkan,” ujarnya lagi.
Tak hanya merusak estetika, aroma busuk yang menyengat kini mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan warga setempat.
Kondisi ini bukanlah masalah baru. Menurut pengakuan warga dan pedagang, persoalan sampah di titik tersebut sudah tidak terselesaikan sejak Oktober 2025.
Bahkan, beberapa warga menyebutkan bahwa pembiaran ini disinyalir telah terjadi secara berangsur-angsur sejak tahun 2023, tanpa adanya solusi konkret dari pihak berwenang.
Komentar Pedagang marga Lubis, Pedagang Menjerit: “Kami Bayar Iuran, Tapi Fasilitas Bobrok”
Seorang pedagang yang setiap pekan berjualan di lokasi tersebut mengungkapkan kekesalannya.
Ia merasa dirugikan karena harus berdagang berdampingan dengan tumpukan sampah yang sudah berbulan-bulan tidak diangkat.

“Kami rutin membayar uang kebersihan, tapi apa hasilnya? Sampah dibiarkan menumpuk hingga berbulan-bulan. Jalan Keliling ini punya nilai sejarah sejak zaman Belanda, tapi sekarang kondisinya bobrok. Jangan karena letaknya agak tertutup dari keramaian utama, lalu instansi terkait jadi buta mata,” tegasnya dengan nada kecewa.
Warga juga menyoroti ketiadaan fasilitas bak sampah (box sampah) yang memadai di lokasi strategis.
Akibatnya, pembuangan sampah menjadi tidak terkontrol dan menumpuk di badan jalan, mengganggu pandangan serta sirkulasi pembeli yang hendak berbelanja.
Mendekati Lebaran, Masalah Tak Kunjung Usai
Ironisnya, tumpukan sampah ini terpantau masih menggunung hingga Kamis pagi (12/03/2026),

Padahal momen Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Masyarakat menyesalkan sikap abai oknum-oknum yang dinilai hanya mementingkan pencitraan estetika di jalur utama, namun mengabaikan kondisi riil di pasar yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.
“Sangat memprihatinkan, seorang pemangku kebijakan yang merupakan warga asli sini seolah tak peduli dengan tanah kelahirannya sendiri. Jalan Keliling ini bagian dari sejarah, jangan dibiarkan menjadi tempat sampah abadi,” tambah warga lainnya.

Siapa yang Bertanggung Jawab?
Kekecewaan warga kini berujung pada tudingan terhadap instansi terkait yang membidangi kebersihan dan pasar.
Masyarakat mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup maupun pengelola pasar segera turun tangan mengangkut sampah tersebut dan menyediakan bak sampah besar agar masalah ini tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di Jalan Keliling Kotanopan masih menjadi beban bagi para pedagang dan masyarakat yang melintas.
Kepala Pasar Kotanopan, Arfan yg dikonfirmasi, Via selular, Kamis(12/03) mengutarakan bahwa Sampah di Kotanopan yg angkut adalah Dinas Lingkungan Hidup setiap minggunya.

Kata dia, dulu pihak Perdagangan yg angkut, sekarang dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup, mereka seharusnya sudah mengangkutnya.
” Sampah tersebut bukan sampah psdagang saja, udah bercampur dengan sampah yg dibuang warga,” ujar Arfan lagi(Isk/Dita)
Admin : Iskandar Hasibuan.








