
PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Ratusan orang mahasiswa yang tergabung di Cipayung Plus, melakukan Aksi Demo ke Gedung DPRD Mandailing Natal, Rabu(03/09) menyampaikan 6 Tintutan Aspirasi untuk segera ditindaklanjuti anggota DPRD.
Wartawan Media PT.Malintang Pos Group, melaporkan bahwa Mahasiswa Cipayung Plus sebelum ke Gedung DPRD, lebih dulu kumpul di Simpang Kantor Bupati sambil menyampaikan Orasinya, sehingga menjadi perhatian masyarakat yg melintas.
Sekitar pukul 10.45 Wib, Mahasiswa Cipayung Plus sambil ber Orasi, bergerak menuju Gedung DPRD, dengan pengawalan ketat Polisi dan TNI – AD.

Pukul 11.55 Wib, Rombongan Mahasiswa tiba di Gerbang DPRD, sambil menyampaikan Orasinya dan juga masih pengwalan ketat Polisi dan TNI – AD.
Mahasiswa, meminta kepada Ketua DPRD dan anggota DPRD, Bupati / Wakil Bupati Madina, untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Salah satu perwakilan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Madina meneriakkan agar para anggota DPRD Madina segera membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait asusila dan pelecehan seksual yang marak di Mandailing Natal.

“Kami menuntut agar anggota DPRD Madina segera buat perda terkait perkosaan dan asusila yang semakin marak di Madina. Kami harap permintaan kami ini didengarkan,” teriak mahasiswa tersebut.
Bahkan dia pun mengatakan sikap para anggota DPRD Madina dipandang terlalu cuek dan tak mampu bekerja dan melindungi masyarakat Madina. Sehingga mereka anggap DPRD Madina sebagai Dewan Penipu Rakyat.
“DPRD itu bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat. DPR itu, Dewan Penipu Rakyat,” teriaknya.

Pernyataan Sikap:
1. Kami meminta penghapusan fasilitas mewah DPR dan semua tunjangan mereka serta mengaudit seluruh anggota DPR.
2. Merevisi (merubah) keputusan non-aktif anggota DPR-RI menjadi status pemberhentian atau dipecat dari anggota DPR-RI.
3. Mendesak DPR-RI untuk mengesahkan RUU perampasan aset.

4. Mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap rekan seperjuangan yang menyuarakan aspirasi rakyat.
5. Mendesak DPRD Kabupaten Mandailing Natal untuk secepatnya membuat Perda terkait maraknya pelecehan seksual dan tindakan kekerasan di lingkup pendidikan serta masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal.
6. MOSI tidak percaya kepada DPR.
lika tuntutan kami dari poin 1 sampai 6 ini tidak ditindaklanjuti, maka kami akan datang dan turun aksi kembali dengan massa yang lebih banyak laoi.
Sekitar 30 Menit, mahasiswa menyampaikan Orasinya, terlihat Ketua DPRD dan anggota, Bupati/Wakil Bupati, Dandim 0212/TS atau Mewakili, Sekda dan sejumlah OPD Menjumpai mahasiswa.
Terlihat, suasana Aksi Mahasiswa terlihat kondusif, hingga akhir aksi suasa Demo aman dan terkendali(Tim)
Admin : Iskandar Hasibuan.








