

PANYABUNGAN(Malintangpos Online):” Bukan Satu Jalan ke Roma,”Pribahasa itulah yang cocok disampaikan kepada Satpol PP Kab.Madina, yang setelah melakukan Razia Pekat pada malam hari selama menjelang dan bulan Ramadan 1438 H, lalu Selasa (13-6) Tim Satpol PP kembali membuat kejutan dengan merazia Kos-Kos an yang diduga tempat warga yang identitasnya tidak jelas.
Uniknya, razia yang sangat berguna untuk kenyamanan masyarakat itu masih ada saja pihak-pihak yang kurang senang langkah yang telah dibuat oleh Pemerintah Mandailing Natal Cq.Satpol PP tersebut, sebab ada kemungkinan oknum-oknum tertentu ngak senang dilakukan razia pekat diwilayah Mandailing Natal.
Padahal, razia kos-kos an dilakukan Satpol PP Kab.Madina tersebut adalah Atas laporan masyarakat dan untuk menciptakan kenyamanan selama Bulan Ramadhan ini Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mandailing Natal merazia Kos-Kosan dan Rumah Kontrak,Selasa(13/6)
Demikian informasi tersebut disampaikan oleh Pengamat Sosial di Kota Panyabungan Drs. Bahauddin M.Nasution kepada Malintangpos Online,Selasa(13-06) di Halaman Kantor Satpol PP Madina Eks Kantor Bupati lama.
Kata dia, tadi ada oknum-oknum yang mencak-mencak akibat dibuat razia, apa salahnya razia dilakukan, itukan hak dari Satpol PP, sebagai perwakilan Bupati Madina, kok kita katakana razia itu arogansi Satpol PP, yang benar aja itu yang menuduh Satpol PP arogan dalam melakukan razia.
Mungkin benar arogan…? Tanya Wartawan, kalau memang pemilik rumah merasa terusik dengan razia itu, sebaiknya dia melaporkannya ke polisi, memang hak progratif dari Satpol PP untuk melakukan razia tentang identitas penduduk.
“Yang kita razia baru beberapa Kos kosan dan rumah kontrakan yang ada di Kecamatan Panyabungan, ini akan terus berlanjut,”sebut Kasat Pol PP Madina Ahmad Duroni.SP kepada wartawan,Selasa(13-06).
Kos-kosan dan kontrakaan yang kita razia hanya yang sudah terindikasi penyakit masyarakat saja. Yang terlebih dahulu kita data kos kosannya.
Tadi saat kita melakukan razia, kita juga banyak menemukan tanpa identitas, dan juga identitasnya dari luar daerah Madina. Karena tadi sifatnya hanya pendataan, maka kita menganjurkan penghuni kos kosan untuk melengkapi administrasi nya. Dan kalau yang KTP nya luar daerah Madina kita anjurkan untuk membuat surat pindah dari daerah asal,”tegas Kasat Pol. PP Madina Ahmad Duroni.SP.
Lebih lanjut mengatakan, memang tadi dari laporan anggota yang dari luar daerah saat di tanyak mau ngapain disini, kalau kerja, kerjanya apa, itu tidak bisa mereka jawab.Kedepannya kalau kita melakukan razia lagi mereka tidak bisa menunjukan identitas mereka, akan kita lakukan tindakan tegas,”ucapnya
Dan kepada pemilik Kos kosan dan kontrakan kita berharap supaya lebih memperhatikan penghuni kos kosan nya, kalau memang sudah meresahkan masyarakat sebaiknya pemilik kos kosan jangan membolehkan penghuninya tinggal disitu,”ujarnya.(Isk/MSP)
Admin : Dina Sukandar Hasibuan,A.Md