Sebaiknya Hakim Menolak Penangguhan Penahanan BOS PETI Mandailing Natal

AAN Ketika Dibawa ke LP Kelas II B Panyabungan/ Dokumen

JAKARTA(Malintangpos Online): Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, mengutarakan demi untuk ” Keadilan ” dan agar Sidangnya Bos PETI Madina AAN, Selalu lancar dan tidak muncul alasan Sakit, sebaiknya Majelis Hakim Menolak semua Permohonan Penangguhan Permohonan yang dimohonkan Kuasa Hukum AAN pada sidang baru – baru ini.

Kenapa..? Hakim harus melihat atau berpedoman dari waktu penangguhan Penahanan oleh Pokda Sumatera Utara,sewaktu masih berada diranah Polda Sumatera Utara.

” Semua orang yang ditahan punya hak untuk mengajukan Permohonan Penangguhan Penahanan, karena sudah diatur di KUHP, tapi sewaktu Polda Sumut menangguhkan penahanan AAN, apa yang terjadi di Mandailing Natal,” Ujar Ketua LSM.Merpati Putih Tabagsel Khairunnisyah, Selasa(14/6) Via selular dari Jakarta.

Kata dia, dirinya tidak menuduh AAN dalam kasus pengeroyokan Wartawan Madina atau Ketua SMSI Madina Jefry Barata Lubis oleh 4 orang pengeroyok yang juga sudah di tahan di LP Kelas II Panyabungan dan sudah pernah sidang.

Tetapi, pengeroyokan terhadap Jefry Barata Lubis, erat kaitannya dengan gencarnya berita – Berita AAN sebagai Big Bos Tambang yang waktu itu penahanannya ditangguhkan oleh Polda Sumatera Utara.

” Apa ada jaminan dari Majelis Hakim, tidak ada terjadi apa -apa nanti jika AAN penahanannya ditangguhkan lagi, saya pikir Hakim nggak berani jamin,” ujarnya dengan suara lantang ketika dihubungi Wartawan dari Kota Panyabungan, Via selularnya.

Karena itu, ujarnya, Majelis Hakim yang menerima Pernohonan dari Kuasa Hukum AAN agar benar – benar menyikapinya dengan arif dan bijaksana,artinya Majelas Hakim harus menolak, itu saja ( Diar/ Eri/Red)

Admin : Iskandar Hasibuan

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.