Sebelum R.APBD 2019( 2), Bupati dan DPRD Harus Perhatikan Infrasturuktur Yang Rusak

Jalan wilayah Sidaing Kecamatan Panyabungan Timur Longsor/Putri Lubis

BELAKANGAN Ini munculnya hujan yang tidak “Bersahabat” melanda wilayah Mandailing Natal, sampai adanya belasan orang korban jiwa, telah membuat beberapa Infrasturuktur Jalan dan Jembatan serta lainnya rusak tidak bisa di manfaatkan lagi disebabkan hancur disebabkan bencana yang melanda wilayah kita.

            Karena itu, menjelang dilakukannya pembahasan R.APBD Madina 2019, masyarakat sangat berharap kepada Bupati dan DPRD Mandailing Natal, dalam alokasi anggaran APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Tahun 2019 lebih memperhatikan Infrasturuktur yang rusak guna untuk segera dibangun kembali agar ekonomi masyarakat dapat menggeliat dari kondisi sekarang yang masih morat-marit disebabkan kurangnya pasilitas untuk mengangkut hasil bumi masyarakat.

            Apalagi, Akhir-akhir ini isu lingkungan menjadi isu pokok dalam berbagai aktivitas manusia, salah satunya adalah kegiatan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur memberikan dampak terhadap kerusakan lingkungan termasuk pembangunan infrastruktur  jalan dan jembatan.

 Namun bila pembangunan tersebut memperhatikan aspek-aspek lingkungan, maka dapat menyelamatkan lingkungan dan mengurangi dampak fatalitas bencana.

Pemerintah sebagai penanggung jawab dan penyelenggara infrastruktur jalan dan jembatan wajib menyelenggarakan infrastruktur jalan dan jembatan yang berwawasan lingkungan sehingga tercipta infrastruktur jalan dan jembatan yang berkelanjutan.

Namun dalam kenyataan di lapangan aspek lingkungan masih kurang diperhatikan, baik pihak  proyek sebagai pemilik (owner maupun penyedia jasa (kontraktor. Artikel ini merupakan hasil telaah pustaka yang bersumber dari literatur ilmiah dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan bertujuan untuk memaparkandan menjelaskan aspek-aspek lingkungan yang harus mendapatkan perhatian dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Dengan adanya penjelasan tersebut diharapkan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholder) akan lebih peduli terhadaplingkungan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga pembangunan yang dilaksanakan selain akan memberikan dampak bagi peningkatankesejahteraan masyarakat juga turut melestarikan lingkungan.

Secara umum kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan operasi serta pemeliharaan.

Setiap tahapan harusmemperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, dalam tahap perencanaan pembangunan jalan dan jembatan supaya rute  jalan dan jembatan tidak melalui daerah konservasi serta dalam pelaksanaan dan pengoperasian serta pemeliharaannya haruslah seminimal mungkin gangguannya terhadap lingkungan, baik flora dan fauna maupun masyarakat  sekitarnya.

Misalnya, kondisi Jalan Sinonoan – Hutagodang Muda Amburadul, Jalan Nasional – Saba Suluk bertahun-tahun tidak pernah dibangun, Jalan Aek Godang – Hutabargot masih banyak yang Amburadul dan kondisi Jalan Panyabungan – Pagur sepanjang 24 Km hanya beberapa Kilometer yang baru di Hotmix, padahal dulunya jalan ke daerah itu selalu mulus, sekarang ya Ampun, porak-poranda disebabkan seringnya longsor ( Bersambung)

 

 

 

Admin : Siti Putriani Lubis

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.