Sekda, Ka.BKD dan Kadis Komimfo Bungkam Soal ” Dinasti Kekuasaan ” di Pemkab Madina

PANYABUNGAN(Malintangpos Online): Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyoroti dugaan praktik tidak sehat di tubuh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dinilai telah mengarah pada pembentukan “ Dinasti Kekuasaan” dalam birokrasi.

” Kepala BKD (Kaban BKD) diduga menempatkan orang-orang terdekatnya pada posisi-posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,” Ujar Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, Sabtu(04/04) Via WhatsApp nya Ke Wartawan.

Sementara itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap tidak sejalan atau tidak memiliki kedekatan justru dipindahkan ke wilayah terpencil tanpa alasan yang jelas dan objektif.

Kata dia, pihaknya melihat adanya indikasi kuat praktik tidak profesional dalam penempatan jabatan.

” Orang-orang dekat justru mendapat posisi strategis, sedangkan yang tidak sejalan malah ‘dibuang’ ke pelosok. Ini sangat mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi,” tegas Muhammad Saleh.

Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi merusak tatanan pemerintahan yang seharusnya berjalan berdasarkan kompetensi, integritas, dan kinerja, bukan kedekatan personal maupun kepentingan kelompok tertentu.

Kata Saleh juga , menyinggung adanya dugaan bahwa Kaban BKD tengah mempersiapkan langkah untuk mengejar posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Mandailing Natal.

Hal ini dinilai semakin memperkuat kekhawatiran akan adanya konsolidasi kekuasaan di internal birokrasi.

“Jika benar ada ambisi untuk menduduki jabatan Sekda dengan pola seperti ini, tentu sangat berbahaya. Karena birokrasi akan dikendalikan oleh kepentingan segelintir orang, bukan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Satma AMPI Madina mendesak Bupati Mandailing Natal, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kebijakan di BKD, khususnya terkait mutasi dan promosi ASN.

“Kami meminta Bupati tidak tutup mata. Harus ada evaluasi total terhadap BKD agar netralitas dan profesionalisme ASN tetap terjaga. Jangan sampai birokrasi dijadikan alat kekuasaan pribadi,” tutup Saleh.

Satma AMPI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari komitmen menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan di Kabupaten Mandailing Natal.

Sedangkan Sekda Madina Afrizal, Kaban BKD Madina, Meinul Lubis dan Plt.Kadis Komimfo Madina, Rahmad Dalimunthe.S.Pd yang dikonfirmasi, Sabtu(04/04) hingga berita ini dikirim Ke Redaksi Lebih memilih Bungkam alias tidak menjawab pertanyaan yg disampaikan Wartawan.(Dita/Isk)

Admin : Dita Risky Saputri.SKM.

Komentar

Komentar Anda

  • Related Posts

    Dilokasi Masjid Al Muhajirin Makin Panas, Kades Himbau Warganya Menjauh Dari Lokasi Panas

    PARBANGUNAN(Malintangpos Online): Kepala Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghimbau masyarakat dan jemaah Masjid Al Muhajirin untuk sementara waktu agar tidak memasuki area Masjid yang mengeluarkan suhu panas.…

    Read more

    Continue reading
    Soal Kramik & Tiang Mesjid Al.Muhajirin Desa Parbangunan, Aparat Desa Turunkan Tim Ahli

    PARBANGUNAN(Malintangpos Online): Fenomena langka terjadi di dalam Masjid Al Muhajirin Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Apa itu…? Lantai kramik dan tiang di dalam Masjid ini tiba- tiba…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses