Sekitar Banjir di Kota Panyabungan (2), Pemerintah Perlu Belajar ke Sumatera Barat

Banjir Sekitar Toko Narisyah Batik/ Iskandar Hasibuan

KEMUNGKINAN Peraturan Pemerintah Daerah (Perda) tentang Tata Kelola Perkotaan Panyabungan  sudah ada dibuat oleh Pemerintah Mandailing Natal, namun untuk prakteknya dimungkinkan sampai sekarang ini “ Tidak Dilaksanakan “ sehingga kondisi Kota Panyabungan sampai sekarang ini sering menjadi langganan banjir jika hujan turun walaupun sebentar, seperti kejadian Senin malam (10-6).

            Karena itu, mumpung belum terlambat dan masih memungkinkan Kota Panyabungan ditata dengan elok dan cantik, sebaiknya Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, perlu belajar ke wilayah Sumatera Barat, tetapi dengan melibatkan yang memang mampu untuk melaksanakannya setelah belajar ke daerah itu, jangan hanya study banding atau belajar untuk menghabiskan anggaran yang telah disediakan.

            “ Negeri Beradat, Taat Beribadat “ serta “ Madina Yang Madani “ adalah kalimat atau untaian kalimat yang sangat elok dan baik jika memang kita menggali makna dari kalimat-kalimat tersebut dan ditambah yang sering kita dengungkan warga Mandailing Natal, bahwa “ Madina Serambi Mekahnya Sumatera Utara “ juga harus kita mengartikannya dengan merajut silaturrahim, tanpa memunculkan egois dan gutgut yang sering kita dengar selama ini.

Bondar Sekitar Bank Sumut Syariah tertutup sekarang dan Dranase Tersumbat/ Iskandar Hasibuan

Oleh sebab itu, jika selama ini kita melihat Tumpukan Sampah di sepanjang Jalan yang ada di Kota Panyabungan, kondisi Drainase yang airnya tersumbat atau tidak mengalir, alangkah eloknya jika kita sama-sama membersihkan ataupun mengoreknya, tanpa menunggu Lurah, Camat dan Kadis Lingkungan Hidup ataupun Bupati Madina untuk turun tangan mengatasinya.

            Penulis tidak menyalahkan siapap- siapa, karena rakyat/masyarakat salah sering membuang sampah sembarangan, pemerintahnya juga salah tanpa mau menyediakan tempat sampah, padahal anggaran telah disediakan dan sering keluar kalimat “ Armada dan anggaran Kurang “ itu semua hanyalah alasan klise yang tidak pernah ada penyelesaiannya.

            Sekarang, ayo Pemerintah Mandailing Natal belajarlah ke Sumatera Barat dalam mengelola Kota atau sampah dan DPRD sebagai wakil rakyat silakan melakukan pengawasan, wakil rakyat keluarkan suarama dengan nyaring, teriak-teriak jika kondisi daerah kita kurang elok, bahas anggaran dengan mempedomani undang-undang, jadikanlah Kota Panyabungan sebagai Ibukota Kabupaten Mandailing Natal ( Bersambung Terus )

 

 

 

 

Admin : Siti Putriani

Komentar

Komentar Anda

About Dina Sukandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.